Tujuan terakhir dari perjalanan hari kedua kami di Sumba, masih di ujung Barat Daya Pulau Sumba: Pantai Ratenggaro. Setelah puas main air di Danau Waikuri, kami melanjutkan ke salah satu pantai di daerah Kodi, Pantai Ratenggaro. Letaknya sekitar 20 kilo dari Waikuri. Saran dari saya, and please set it as your reminder. Daerah Ratenggaro di … Continue reading Desa Adat di Tepi Pantai Ratenggaro
Category: Indonesia
Danau Waikuri yang Mencuri Hati
Tujuan kami setelah Pantai Mandorak adalah Danau Waikuri. Danau Waikuri lokasinya tidak jauh dari Pantai Mandorak. Jadi pastikan dua pantai ini jadi satu trip perjalanan untuk menghemat waktu. Dari tempat kami memarkirkan mobil, kami harus berjalan menuruni beberapa anak tangga. Tenang, nggak terlalu jauh. Selama trip di Sumba ini baru Pantai Mbawana yang buat sampai … Continue reading Danau Waikuri yang Mencuri Hati
Pantai Mandorak yang Bergejolak!
“Jam 07.00 udah ngumpul di restoran ya, kita sarapan terus berangkat.” Begitu kurang lebih kalimat si Helmi, tour leader kami, malam sebelumnya. Jadi karena emang udah terbiasa dengan instruksi dan on time, jam 6.45 kami udah mulai ngunci kamar masing-masing dan bergerak menuju restoran. Sampai di restoran ternyata baru geng kami aja yang ready. Jadi … Continue reading Pantai Mandorak yang Bergejolak!
Menyapa Pulau Sumba dari Pantai Kita/Mananga Aba
Pesawat kami landing di Bandara Tambolaka sekitar jam setengah 1 siang. Kami dijemput tour guide kami selama di Sumba, sebut saja Helmi (nama asli, tidak disamarkan). Helmi ini yang bakal menemani kami selama tujuh hari di Pulau Sumba. Rombongan kami sejumlah 7 orang, dan kebetulan (bukan kebetulan ding, disengaja) digabungkan dengan satu rombongan lagi berjumlah … Continue reading Menyapa Pulau Sumba dari Pantai Kita/Mananga Aba
Ngetrip ke Sumba, Backpackeran VS Join Trip Planner
Kalo udah ngomongin ngetrip ke wilayah-wilayah remote Indonesia, pilihan untuk ngeteng (backpackeran) ke sana harus dipikir dua kali. Masalah utamanya adalah transportasi. Karena bakalan susah kalo mau ngandelin public transportation. Begitu juga dengan yang kami alamin saat mau ngetrip ke Sumba. Ngeteng sudah masuk pertimbangan kami sebelum akhirnya memutuskan untuk join salah satu trip planner … Continue reading Ngetrip ke Sumba, Backpackeran VS Join Trip Planner
Satu Sore di Bukit Merese
Rugi ya kalo sampai di Lombok tapi cuma ikut lari Marathon aja. Siang itu, setelah kami semua finish lari-lari di Lombok Marathon 2017, kami balik ke hotel kami di daerah Senggigi. Dari finish line yang lokasinya ada di kantor Gubernur. Kami naik Uber dan kena sekitar 50 ribuan. Kami harus check out sebelum jam 12 … Continue reading Satu Sore di Bukit Merese
Mengejar Sub-5 Marathon di Lombok Marathon 2017
Kalo saya mengubah target di tengah-tengah race itu sudah biasa. Kali ini adalah Yohanes Tampubolon (Anes), yang membuat target lari full marathon saya di Lombok Marathon 2017 berubah drastis. Anes adalah salah satu running buddies saya di event Lombok Marathon 2017. Oiya, harusnya Lombok Marathon 2017 diselenggarakan pada tanggal 3 Desember 2017, tapi karena pada … Continue reading Mengejar Sub-5 Marathon di Lombok Marathon 2017
Keliling Bukit Tidar adalah 7.7 Kilometer
Setelah lama nggak long run, dan sekaligus mempersiapkan fisik saya untuk Lombok Marathon 2017, saya mau New Year Run! Ketika orang lain saat malam tahun baru keluar rumah, macet-macetan, cari keramaian, dan bakar bakar duit, saya memilih buat tidur cepet karena tanggal 1 Januari 2018 saya mau lari 20.18K. Rute yang saya pilih, yang deket … Continue reading Keliling Bukit Tidar adalah 7.7 Kilometer
17-08 Raun Raun Kota Medan
Masih belum telat kan untuk cerita tentang peringatan HUT RI ke 72 Agustus kemaren? Karena kesibukan kerja yang sangat meningkat (beneran meningkat, pas saya bikin rekapan kerjaan, dokumen bulan Agustus yang saya dan tim satu ruangan kerjain 5 kali lipat dari bulan lalu). Daaan akhirnya pertengahan September saya baru bisa curi curi waktu kerja lagi … Continue reading 17-08 Raun Raun Kota Medan
21 Kilo Lelarian di Bumi Pasundan Bandung
Bar, merubah target di tengah-tengah race, dari yang ‘Ah, nyantai aja, cukup cari finish’ berubah ke ‘Ini finish 21K di bawah 2 jam bisa ini keknya’ adalah hal yang bodoh. Yes, itu adalah self reminder saya untuk event Bandung West Java Marathon tanggal 30 Juli 2017 kemaren. Setelah melalui empat kilometer pertama dengan pace nyantai … Continue reading 21 Kilo Lelarian di Bumi Pasundan Bandung










