Kapan Nih Waktu Paling Pas Traveling ke Ladakh?

Hal yang tak kalah penting ketika mencari tiket promo ke suatu tempat, adalah menentukan kapan waktu yang paling pas. Jadi jangan gegabah. Begitu liat ada notifikasi promo salah satu maskapai, langsung kalap beli tiket tanggal berapa aja tanpa memperhatikan musim dan kondisi daerah tersebut pada bulan itu. Misalnya nih, pingin ke Jepang liat sakura, tapi nggak tau sakura di Jepang blooming bulan dan minggu ke berapa. Asal beli tiket dan dapat pas Summer, yang notabene panas banget di Jepang sana.
Begitu juga dengan di Ladakh. Saat kamu mengatur pembelian tiket ke Ladakh, pastikan dulu Ladakh seperti apa yang kamu cari. Kalau mau roadtrip dari Manali atau dari Srinagar, pastikan dulu kapan rute ke Ladakh dari tempat-tempat tersebut dibuka. Karena selama winter, rute darat dari Manali atau Srinagar menuju Ladakh ditutup.
Tapi tetep bisa nggak winteran di Ladakh? Masih bisa nggak musim dingin jalan-jalan sampai Nubra Valley dan Pangong Tso? Jawabannya, bisa. Bahkan bisa dapet suasana Pangong Tso yang beda, karena Pangong Tso akan membeku pada saat winter. Penerbangan ke Leh tetap dibuka meskipun musim dingin. Yah, risikonya memang penundaan atau bahkan pembatalan penerbangan bisa lebih sering, diakibatkan cuaca yang nggak bisa diajak kompromi. Dare to visit?
Foto diambil dari Oyorooms.com (click the picture to visit)
  • Selama bulan November-Maret, Ladakh mengalami musim dingin, dengan udara yang sangat dingin di bawah 0 derajat Celcius. Ekstrem juga ya, 5 bulan tertutup salju, dan akses darat pun ditutup. Biarpun begitu, penerbangan menuju Leh tetap dibuka kok. Tapi banyak penginapan dan restaurant yang tutup karena jumlah turis yang sedikit. Jadi, perencanaan biaya juga harus lebih ekstra.
  • Memasuki April, turis mulai mendatangi Leh. Kebanyakan mereka menggunakan jalur udara, sehingga langsung sampai di Leh. Sedangkan jalur darat menuju Leh dari Srinagar maupun dari Manali mulai dibuka sekitar awal sampai pertengahan Mei. Akses jalan dari Leh ke tempat-tempat di Ladakh seperti Nubra atau Pangong Tso, pada bulan April-Mei mulai lebih mudah diakses karena salju yang menutupi jalan selama winter sudah mulai mencair.
  • Turis paling membanjiri Leh dan sekitarnya adalah ketika summer, sekitar bulan Juni-Agustus. Ketika es dan salju sudah mencair, jalan darat antara Srinagar-Leh-Manali sudah sepenuhnya dibuka, dan danau-danau paling diminati: Pangong Tso dan Tso Moriri sudah mencair. Biarpun summer, suhu udara di Ladakh tetap dingin, karena lokasi Ladakh yang merupakan dataran tinggi. Tapi hati-hati. Akhir Agustus sampai pertengahan September, cuaca di Ladakh sering hujan. Mengakibatkan sungai-sungai lebih deras, sehingga berisiko terjadi longsor.
  • Memasuki Mid September-Mid Oktober, merupakan salah satu waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Ladakh. Minggu-minggu ini merupakan musim gugurnya di Ladakh, daun-daun mulai berubah warna dari hijau ke kuning, sebelum akhirnya gugur. Sungai-sungai mulai surut dan warnanya berubah menjadi biru kehijau-hijauan. Karena sudah mulai mendekati winter, suhu juga mulai turun, puncak-puncak Himalaya juga mulai tertutup salju. Pada musim ini juga udara menjadi lebih kering. Saya sendiri mengunjungi Ladakh di minggu-minggu ini, dan kering banget. Jangan lupa bawa lotion dan sunblock!
  • Antara pertengahan Oktober-November, pengiapan-penginapan sudah mulai tutup. Di Nubra Eco Lodge, penginapan yang kami inapi di desa Sumur, salah satu karyawannya cerita kalo setiap tahun, mulai 15 Oktober mereka tutup, karena nggak ada sumber air. Membeku.
Jadi, mau roadtrip di Ladakh bulan apa nih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s