Seberapa Mahal Traveling ke Norway dan Cara Menghematnya

Kalau kamu coba googling tentang negara-negara termahal di dunia untuk traveling, kamu akan selalu menemukan Norway di daftar tersebut. Yah, walopun posisinya tetap berada di bawah Switzerland sih. Selain Norway di daftar tersebut, kamu pasti juga bisa nemuin Singapore. Sebagian besar travelers dari Indonesia sudah pernah ke Singapore, kalo dibandingin Singapore, semahal apa sih memangnya Norway itu?
A hike to Blåvatnet.
Dengan total 21 hari perjalanan, saya sendiri nggak bisa ngebayangin berapa biaya yang akan saya keluarkan. Saya menabung selama satu tahun untuk mempersiapkan trip ini. Setelah pulang pun masih dibayang-bayang dengan tagihan Credit Card yang belum terbit. Saya pakai Credit Card bukan karena saya nggak ada uang dan sengaja ngutang. Justru penggunaan CC ini salah satu trik saya untuk mengelola keuangan di trip ini.
Kalo kamu lihat biaya yang ditawarkan agen tour untuk perjalanan di negara-negara Scandinavia, untuk perjalanan 7 hari saja udah bisa buat saya jantungan. Bisa mencapai 30 juta! Jangan kaget dulu, di website yang lain perjalanan 9 hari dari Oslo-Lofoten-Alta, biayanya sampai 50 juta. Tenang, disimpan dulu kagetnya. Di website yang sama, untuk paket dengan total perjalanan 16 hari, mereka menyediakan paket dengan biaya 99 juta!! Dua paket yang saya ceritain barusan bahkan belum termasuk tiket pesawat, visa, apalagi biaya untuk oleh-oleh.
Bahkan, di tulisan Mas Arsya (@socialjunkee) di https://socialjunkee.com/2018/04/08/biaya-perjalanan-ke-norway/, dia menyebutkan biaya estimasi untuk TUJUH HARI di Norway dengan gaya medium maksimalnya menghabiskan 51.4 juta! Mungkin tulisan ini bisa dibilang tulisan tandingan untuk biaya traveling ke Norway DUA PULUH SATU HARI dengan gaya gembel.
“Mahal amat bro, tapi apa gue harus habis dana segitu juga? Mending buat beli mobil.”
Total perjalanan saya 21 hari. Ini yang jadi tantangan. Tiga minggu di Norway, dan saya harus bisa habis di bawah 30 juta. Target kami: 25 juta! Yah, walopun pesimis sih sebenernya kalo harus di nilai 25 juta.
“Jadi habis berapa nih Mas Bardiq? Bisikin dong.”
Tenang, ayok saya ceritain dari A sampai Z tentang pengeluaran untuk perjalanan luar biasa ke Norway. Berikut juga cara untuk menghematnya. Simak yes?
ATTENTION: LONG POST BELOW! Bookmark aja dulu sist.
Mau hunting Aurora Borealis? Baca dulu tentang Nine Rules to Witness Northern Lights ala Mas Bardiq.
Saya bagi tulisan ini menjadi dua segments. Segment pertama adalah Biaya Pengeluaran. Di segment ini saya rinci deh, untuk masing-masing pengeluaran.

SEMUA BIAYA PENGELUARAN

TIKET PESAWAT
Untuk biaya pesawat, saya membeli 10 bulan sebelum keberangkatan. Tepatnya bulan Desember 2017. Kami dapet tiket promo untuk penerbangan dari Singapore ke Bergen (transit di London), lalu pulangnya dari Stockholm ke Singapore. Tiket pulang pergi ini kami dapat dengan harga 6.2 juta. Kalau kami memilih untuk keluar masuk lewat Oslo, kami bisa dapet harga tiket pulang pergi hanya 5.4 juta saja. Tapi karena banyak pertimbangan (yang sudah saya ceritakan panjang lebar di sini), kami memilih untuk mengambil rute Singapore-Bergen dan Stockholm-Singapore, menggunakan Norwegian Air yang untuk urusan promo lebih bisa dipantau.
Untuk tiket ke Singaporenya, saya membeli tiket rute Semarang-Singapore dengan harga 500 ribu, dan pulangnya menggunakan rute Singapore-Yogyakarta dengan harga 750 ribu. Rute ke Singapore ini termasuk mahal, si Adityo yang berangkat dari Jakarta kalo nggak salah malah dapet nggak sampe 300 ribu untuk sekali terbang pake Jetsar. Kepulangan saya terpaksa lewat Yogyakarta karena rute penerbangan Singapore-Semarang tidak setiap hari ada. Untuk yang ini, tentu saya memercayakan kepada AirAsia.
Untuk dapat terus mengeksplorasi Norway, kami membeli tiket domestic flight dari Oslo ke Bodø dengan harga saat promo sekitar 825 ribu. Jadi, total pengeluaran untuk tiket pesawat saya adalah 7.5 juta. Ditambah flight domestic Oslo ke Bodø menjadi 8.3 juta.
Karena saya tidak berdomisili di Jakarta, setiap traveling saya selalu mencari tiket direct dari kota-kota di luar Indonesia yang lebih memungkinkan dapet harga tiket pesawat promo. Antara Kuala Lumpur atau Singapore. Selain itu, agar mantau tiket promo ke Kuala Lumpur/Singaporenya juga lebih banyak opsinya.
Norwegian Airlines merupakan salah satu LCC yang sering ngadain promo, baik rute internasional ataupun domestic. All you need to do is sign up and subscribe to their newsletter.
AKOMODASI
Selain tiket pesawat ke Norway, akomodasi adalah nomor dua yang harus segera dipersiapkan, apalagi tujuanmu seperti kami, tempat-tempat yang jauh dari kota-kota besar. Dari beberapa referensi yang saya baca, harga penginapan di Norway sangat fantastis, sejutaan lebih. Hasil mantengin Agoda dan Booking.com pun mengiyakan referensi saya. Jadi, kami coba platform yang lain: Airbnb.
Our Airbnb in Bardufoss.
Harga Airbnb di Norway ternyata sangat variatif. Dan masih terdapat beberapa Airbnb yang ramah di kantong travelers gembel macem kami, tapi cepet habis bro! Dari 18 tempat bermalam, kami memilih 16 malam di Airbnb, satu malam menggunakan booking.com (di Flåm, kami nggak nemu Airbnb yang murah, jadi terpaksa cari hostel paling murah di Flåm, itu pun satu jutaan), dan satu malam lagi menggunakan Night Train milik SJ Trains, perjalanan selama 19 jam dari Narvik ke Stockholm.
Kami memasang target biaya penginepan dengan rata-rata 450 ribu setiap malam per orang, tentu tidak menghitung perjalanan pakai Night Train tadi, karena biayanya sejutaan sendiri. Dengan total 17 malam dengan biaya per malam 450 ribu, kami harus menyediakan uang Rp. 7,650,000! Cuma untuk penginapan aja.
“Jadi, berapa biaya riil yang kami keluarkan untuk akomodasi? Sesuai target nggak nih?”
Kami habis Rp. 9,178,602 per orang. Dengan rata-rata per malemnya menjadi 509 ribuan. Meleset! Penginapan termurah kami ada di Narvik, biaya per malamnya adalah 323 ribu, dan penginapan termahal ada di desa Jovollen dengan biaya per malam 843,643 per orang.
VISA
Biaya pengajuan visa adalah 60 EUR. Ditambah biaya administrasi saat datang ke VFS 200 ribu Rupiah. Jangan lupa kalo kamu bukan domisili Jakarta, ditambah juga biaya bus/kereta api/pesawat untuk ke Jakartanya ya. *curhat
Klik di sini untuk baca-baca tentang cara mengurus visa Schengen dari Kedubes Norway.
TRANSPORTATION
Coba kamu hitung, berapa jumlah travel mate kamu. Kalo kalian pergi berempat, mungkin bisa dipertimbangkan untuk sewa mobil. Agar mobilitas kamu lebih nyaman, mau berangkat kapan ayok, mau sampai sejauh mana aja juga hayuk.
Reine from Hamnøy.
Tapi ada yang perlu diperhatikan untuk sewa mobil. Jika pick up point dan drop pointnya berbeda, pasti biayanya akan berbeda jauh. Tapi kalau pick up point dan drop pointnya di satu kota, maka mau tak mau  kamu harus lebih boros waktu dan bensin karena harus mondar mandir. Beberapa kota yang bisa dijadikan referensi untuk menyewa mobil adalah Leknes, Svolvær, Harstad, Narvik, atau Bodø. Ini kota-kota yang lokasinya sudah di Norway utara. Tapi tentu perlu cost lagi untuk menuju atau meninggalkan tempat-tempat ini.
Karena kami hanya berdua, kami memilih untuk menggunakan public transport. Untuk biayanya, dari satu desa ke desa terdekatnya paling tidak harus mengeluarkan 41 NOK, atau sekitar 70 ribu Rupiah. Jadi kalau perpindahannya masih di bawah lima kilo, kami lebih memilih untuk jalan kaki atau hitchhike. Sedangkan biaya bus paling mahal yang kami bayar adalah 431 NOK, sekitar 750 ribu Rupiah!
Untuk kereta api, di Norway kami menggunakan beberapa kali, dengan operator NSB Trains: yaitu dari Bergen ke Voss, dan Flåm ke Oslo. Biayanya dari Bergen ke Voss adalah 760 ribu dan Flåm ke Oslo biayanya 1.9 juta. *cry Dari Narvik ke Stockholm, kami naik SJ Night Train milik SJ Trains. Perjalanan 19 jam yang 80%nya saya tidur karena saking capeknya. Biayanya tergantung kelas yang diambil. Saya ambil yang bunk bed compartment Class 2 dengan biaya 670 SEK per orang, atau sekitar 1,08 juta Rupiah. Review tentang SJ Trains ini bisa kamu baca-baca di tulisan saya di sini.
Perjalanan kereta api dari Bergen ke Voss lalu Flåm ke Oslo ini merupakan sebagian dari serangkaian perjalanan tour Norway in A Nutshell, yang mau baca-baca tentang tour Norway in A Nutshell bisa langsung click me!
A train passing in Flåm.
Kami beberapa kali naik ferry. Kalau ferry dari Gudvangen ke Flåm, itu lain cerita ya. Karena ferrynya sudah khusus untuk plesiran, dan merupakan serangkaian perjalanan Norway in A Nutshell. Nah, ferry yang kami naiki cuma satu yang kami bayar sebelum naik ferry, yaitu saat di Bodø menuju Moskenes dengan biaya 221 NOK. Sedangkan beberapa ferry ada yang sudah include dengan biaya bus (jika bus yang kamu naiki memiliki rute menggunakan ferry). Kayak waktu kami numpang perjalanan dari Jægervatnet ke Tromsø, mobil tumpangan kami, naik ke ferry dari Svensby ke Breivikeidet.
FOOD AND DRINK
Untuk yang satu ini, bakal paling merogoh kocekmu sangat dalam. Nggak ada warteg, nggak ada jajanan pinggir jalan. Yang ada hanya restaurant dan café, yang biaya sekali makannya antara 300 sampai 400 ribu Rupiah. Untuk air mineral, harga paling murah adalah 20 NOK. But, you should spend some money to try the local foods.
Bacalao.
SOUVENIRS
Oleh-oleh banyak kita temukan di kota-kota kayak Tromsø atau Bergen. Pas saya jalan-jalan di Oslo, kok nggak ketemu toko oleh-oleh ya? Mungkin explore Oslonya kurang jauh.
Nah, harga oleh-olehnya pun fantastis. Gantungan kunci atau magnet di Tromsø harganya paling murah 59 NOK, topi harganya 102 NOK, kaos harganya 175 NOK. Karena kotanya pun dibanjiri turis jadi memang mahal banget.
Waktu kami belanja di supermarket kecil di desa Jovollen, nemu magnet seharga 39 NOK. Saya beli satu karena waktu itu belum sampe Tromsø, jadi belum tau harga oleh-oleh di Tromsø berapa. Ternyata pas nyampe Tromsø, magnet yang sama dijual 59 NOK!
A Souvenir Shop in Voss.
“Jadi, total 25 juta aja nih buat plesiran sampai 20 hari di Norway?”
Nope, meleset. Tanpa menghitung biaya untuk oleh-oleh saya habis 32ish juta.

CARA MENGHEMAT

Nah, ini sih segment yang paling seru. Norway memang mahal, tapi tentu bisa dihemat kan? Cara menghemat ini lah yang jadi tantangan buat saya sama Adityo. Se-tight apa kita bakal menghemat? Saya punya Nine Ways to Survive Norway in Tight Budget ala Mas Bardiq.
1. Fly and Ride in Minipris.
Carilah tiket harga promo untuk semua moda transportasi. Mulai dari tiket pesawat, berburulah tiket promo! Atau istilah dalam Bahasa Norwegian: Minipris! Kami rela membeli tiket pesawat sepuluh bulan dari keberangkatan. I’m not a Travel Fair person, but if you must, hunt the promo ticket down at the Travel Fair. Entah kenapa kalau membahas Travel Fair, saya kurang tertarik. Pernah dateng sekali ke salah satu Travel Fair, penuh banget berjejer travel agent, saya malah bingung sendiri. Jadi saya lebih suka mantengin laptop.
Selain tiket pesawat, juga tiket kereta api. Untuk pembelian tiket NSB Trains, sampai 90 hari sebelum keberangkatan sangat memungkinkan buat dapet tiket minipris. Tapi tiket minipris ini nggak bisa direfund atau dicancel ya.
2. Avoid Peak Season
Hindarilah Peak Season, selain tempat-tempat hiking di Norway menjadi ramai, juga kita akan lebih kesulitan untuk mencari tiket murah dan tentu saja tempat nginep. Peak Season di Norway adalah saat summer. Tapi ada juga keuntungannya, mobilitas menjadi lebih mudah, karena ada beberapa rute ferry yang hanya dibuka saat summer.
3. Save your Money, Split them up, and Use Credit Card.
Menabung setiap bulan, atur ke beberapa tabungan, dan gunakan Credit Card.
Menabung untuk traveling cara saya adalah membagi biaya yang kemungkinan akan saya keluarkan, lalu mulai dicicil setelah membeli tiket pesawat. Jadi gini, saya buat itungan kasanya terlbih dulu. Target saya untuk perjalanan 20 hari ke Norway habis 25 juta. Dikurangin tiket pesawat 6 juta. Sisa 19 juta. Saya estimasikan penginapan saya habis 7,5 juta. Berarti sisa 11 juta. Sejak Januari sampai bulan September saya harus bisa mengumpulkan uang 11 juta. Setiap bulan saya menyisakan uang untuk trip ke Norway sekitar 1.5 jutaan. Saat berangkat saya punya uang 13.5! Melebihi itung-itungan saya (11 juta). Uang 13.5 juta saya ini, saya bagi ke beberapa tabungan, yang masing-masing tabungannya punya Debit Card. Jadi kalo ada trouble salah satu Debit Card nggak bisa dipake, bisa pake Debit Card yang lain.
Lalu, selama saya berada di Norway, saya menggunakan Credit Card. CC ini saya pakai agar saya menahan pengeluaran, agar bisa dibagi sampai setelah pulang dari trip. Jadi begitu tagihan CC terbit, tagihan itu masih bisa saya bayar sampai hampir jatuh tempo pembayaran, bisa sampai sebulan setelah saya pulang.
4. Airbnb! DNT! Campsites!
Hindari hotel, carilah Airbnb. Airbnb jauh lebih murah dari pada hotel/hostel. Harganya sangat bervariatif. Dan, berburulah dari jauh-jauh hari. Karena Airbnb di Norway ini laris manis. Kami mulai mencari penginapan sejak Januari dan mulai getol setelah itin yang baru matang sekitar Mei-Juni. Saat bulan Mei-Juni ini banyak Airbnb yang sudah keduluan orang lain.
Kamu mau dapat potongan harga 33 USD dari Airbnb untuk reservasi pertamamu? Klik link ini aja ya https://www.airbnb.com/c/akbars213?currency=USD . Mayan bro, 33 USD bisa untuk beli beras 20 kilo di supermarket Norway.
Mau lebih hemat? Mendaftarlah The Norwegian Trekking Association atau Bahasa gaulnya: Den Norske Turistforening (DNT). DNT adalah asosiasi untuk pendaki di Norway. Kalau kamu sudah terdaftar menjadi anggota DNT, kamu bisa menginap di cabin (hut) yang berjumlah ratusan. Tapi, lokasinya ada di gunung atau tepi danau. Jadi memang ditujukan untuk pada pendaki aja. Kalau untuk yang ke Norway sambil nyeret koper mungkin kurang saya rekomendasikan. Biayanya? 680 NOK saja untuk keanggotaan selama satu tahun kalender. Hanya 1.25 juta Rupiah! Informasi tentang DNT bisa kamu cari di websitenya https://english.dnt.no/
A hut in Munkebu.
Mau yang lebih hemat lagi? Tentu saja bawa tenda dan berkemahlah. Banyak lokasi di Norway yang disediakan untuk campers secara gratis
Sudah pernah denger tentang The right to roam? Jadi di Norway kamu bebas ngecamp outdoor atau bahkan sleeps under the stars, di manapun asalkan berjarak paling tidak 150 meter dari pemukiman. Tapi, kamu harus membereskan semua sampah sisa ngecampmu dan menunjukkan respek kepada alam. Dan, kalau kamu mau bermalam lebih dari dua malam di tempat yang sama, kamu harus minta ijin ke landowners alias yang punya tanah. Tapi, kemaren pas saya ke Norway, banyak sign larangan ngecamp di beberapa tempat saat saya hiking. Kamu bisa baca-baca tentang ketentuan The Right to Roam ini di website VisitNorway.
Couchsurfing? Hmm.. I’m not really sure about this. Saya udah beberapa kali buka CS saat nyari-nyari penginapan. Untuk kota-kota besar seperti Oslo atau Tromsø, tidak terlalu susah untuk mencari host. Tapi karena wilayah yang kami kunjungi kebanyakan di area remote, hampir nggak ada user CS di wilayah-wilayah itu. Kami juga takut menggantungkan waktu istirahat kepada orang lain. Kalo tiba-tiba dia ada perlu? Tiba-tiba dia nggak bisa ngehost? Pasti akan merusak planning. Salain itu, kami malas terpaksa harus bertata krama dulu. Ngebayangin setelah seharian trekking dan jalan kaki jauh, begitu sampai di tempat kita surfing, nggak mungkin kita langsung mandi dan ninggal si host tidur. Ah, itu hanya pertimbangan kami aja tapi kok. You are so pleased to try.
5. Bring your local food, shop grocery, and cook!
Nah, ini yang paling menentukan pengeluaran: makan. Udah saya ceritakan di segment sebelumnya kalo tidak ada warung nasi di pinggir jalan. Yang ada hanya restaurant dan café yang harga sekali makannya paling tidak 300 ribu. Nah, bawa makanan yang kira-kira awet untuk bekal makan. Ada sih Fast Food. McD dan Burger King. Nggak ada KFC, padahal tradisi saya tiap traveling ke luar negeri selalu nyariin KFCnya, karena biasanya ada menu special yang nggak disediain di negara lain. Makan di Fast Food menghabiskan dana paling murah sekitar 40-50 NOK, dan hanya ketemu di kota-kota besar. Tapi ya nggak mungkin juga makan Fast Food terus-terusan.
Kami bawa gudeg kaleng, beli lewat online. Beli empat kaleng sekitar 140 ribu. Beli juga rendang kaleng, beli empat seharga 220 ribu. Kalo yang gudeg, tiap kaleng bisa untuk makan dua orang sekali makan, kalo yang rendang bisa untuk dua kali makan. Tapi kalo pas lagi ngirit-ngiritnya, pernah kami simpan lagi untuk lauk makan selanjutnya. Ngirit apa ngenes Bar?
Ngomongin ngenes, pernah kok karena kehabisan stok makanan, kami cuma makan pake nasi dan Boncabe. Hahahahaha. Mana makannya sambil menggigil diterpa angin dan gerimis, nungguin bus.
Kami juga beli Indomie, corned beef, sambal, sampai Boncabe. Kami membeli makanan ini sampai tas yang kami tenteng penuh. Dan habis dalam sepuluh hari pertama.
Saat ransum kami habis, kami pergi ke swalayan. Paling sering Rema 1000, Coop, dan Joker. Note: Setiap swalayan ini punya barang yang berbeda dengan swalayan yang lain. Nggak signifikan sih, tapi ada beberapa barang yang kami cari dan adanya di Coop. Yaitu jus dan cookies. Sepele sih keknya, tapi karena harga snack di Norway juga kelewatan mahal, kami nemu satu cookies paling murah (tapi enak bangeeeeet) dan hanya dijual di Coop. Nggak ada merknya, Cuma “Cookies” from Coop. Ada juga yang pake permen kek M&M, tapi favorit saya yang coklatnya 40% itu. Kalo sempet beli, boleh kok pamerini ke saya. Syukur syukur dioleh-olehin. Ehehehehe.
Jus juga paling murah kami temukan di Coop juga. Tapi untuk beras kami temukan paling murah di Rema 1000. Beras satu kilo kami nemu paling murah seharga 16 NOK, ada juga yang dua kilo seharga 25 NOK.
Dengan bawa makanan sendiri, belanja, lalu masak sendiri, akan sangat menghemat dari pada harus makan di restaurant. Jadi, pastikan tempat kamu nginep menyediakan dapur beserta kitchen setnya ya!
Jangan lupa bawa botol minum sendiri. Satu botol air mineral paling murah 20 NOK. Kalo kamu terpaksa membeli, jangan dibuang botolnya. Isilah pakai air keran, karena kamu harus tetap terhidrasi namun tanpa membuat dompet dehidrasi.
Kamu boleh juga bawa rice cooker dan beras. Oiya, jangan lupa declare saat masuk ke Norway ya. Penjelasan tentang barang bawaan ini bisa kamu baca-baca di tulisan saya di sini.
6. Hitchhike or even…. Walk.
Yes, hitchhike merupakan salah satu opsi untuk menghindari mahalnya biaya transportasi di Norway. Apa bisa? Bisa. Apa mudah? Tergantung.
Kami selalu mencoba hitchhiking: tapi tidak terlalu mengandalkannya. Kami selalu mencoba cari tumpangan di sekitar bus stop, dan sudah kami perkirakan. Kami mematok satu jam untuk mencoba cara ini. Jadi ketika waktu kami habis, kami akan naik bus.
Ketika berpindah dari satu desa ke desa yang lain, dan jaraknya di bawah lima kilo, kami akan berjalan kaki. Sambil melambaikan tangan kalau ada mobil yang melintas.
Butuh kesabaran untuk ber-hitchhike, karena akan lebih sering ketemu yang melengos dari pada yang menepi.
7. Use a Travel Pass…. If you need to.
Seperti negara-negara yang mencoba untuk ramah turis lainnya, kita juga bisa membeli travel card. Kalau mau keliling Oslo misalnya, bisa menggunakan Oslo Pass, yang bisa digunakan secara bebas untuk naik bus, tram, underground, boat, dan local train. Bahkan bisa juga dipakai untuk masuk ke museum dan juga Oslo City Walk! Biayanya sangat beragam. Bahkan sampai mengakomodir zona wilayah yang akan kamu explore. Semua informasinya bisa kamu cari di https://www.visitoslo.com/en/activities-and-attractions/oslo-pass/ atau cek di https://ruter.no/en/buying-tickets/travelcard/
Why we didn’t use it:
Karena kami berada di Oslo hanya empat jam saja. Sempat menimang-nimang mana yang lebih enak di-explore antara Bergen atau Oslo. Dan tentu saja, Bergen! Kami di Oslo hanya nongkrong di tempat makan yang hits bagi warga Oslo. Mau explore Bergen? Ada juga Bergen Travel Card, bisa dicek di Bergen: https://en.visitbergen.com/bergen-card
Why we didn’t use it
Karena kami hanya satu hari aja di Bergen, dan cuma mau mengunjungi dua tempat yang jaraknya juga berdekatan: Bryggen dan Hiking di Mount Fløyen.
Di sistem administrasi pemerintahan Norway, mereka mengenal dengan istilah county. Totalnya ada 18 counties. Nah, masing-masing county ini ada yang punya Travel Card sendiri-sendiri loh. Jadi kalo kamu berencana buat explore di salah satu county ini, bisa kamu pertimbangkan untuk bel Travel Cardnya. Saya kasih beberapa contoh ya,
Finnmak: http://arcticpass.no/
Troms: https://www.tromskortet.no/travel-card-the-troms-card/category2224.html
Nordland: https://www.travelpassnordland.com/travel-pass-nordland-english/
Trøndelag: https://www.atb.no/en/t-card/
Untuk wilayah yang lain bisa coba googling sendiri.
Why we didn’t use it:
Yang sangat menggiurkan untuk kami pakai adalah Nordland Travel Pass. Karena memang kami explore Norway paling lama di Nordland. Biayanya 990 NOK atau sekitar 1,75 juta yang bisa dipakai selama tujuh hari. Mahal? Iya! Hahahaha. Tapi kalau kamu mondar-mandir di Nordland dengan bus dan ferry, selama tujuh hari, saya jamin habisnya akan jauh lebih banyak dari pada 990 NOK. Kami berada di area Nordland sekitar 6 hari, dan lebih sering hiking dan jalan kaki. Pindah desa dengan bus hanya empat kali: Å ke Reine. Reine ke Fredvang. Fredvang ke Henningsvær. Henningsvær ke Svolvær. Berapa biaya yang saya keluarkan untuk perpindahan antar desa-desa tersebut? 436 NOK. Still cheaper.
8. Tax Free Shopping
Saat temen-temen kurang ajar kamu dengan enaknya bilang, “Jangan lupa oleh-olehnya dong bro!” Dan kamu orangnya nggak enakan untuk menolak dan akhirnya menyerah untuk beliin mereka oleh-oleh, belanjalah di toko-toko yang memasang label Tax Free! Salah satu yang saya pake kemaren adalah dari Global Blue.
Kamu bisa claim belanjaan kamu agar mendapatkan tax refund sampai dengan 19% apabila total belanjaan kamu mencapai 315 NOK, untuk makanan adalah 290 NOK. Boleh berbeda receipt asalkan belanja di toko yang sama dan di hari yang sama. Nggak semua barang tapi, untuk buku, kendaraan bermotor, dan perangko tidak bisa direfund.
Karena barang-barang yang bisa direfund harus belum dipakai, jadi usahakan nggak usah dilepas price tag, label dan apapun itu. Kalo bisa malah biarkan aja tetep di dalam tas pembungkus dari toko. Nanti saat meninggalkan Norway, Claim refund dapat dilakukan dengan tanggal pembelian paling lama satu bulan sejak tanggal yang tertera di receipts.
Oiya, mau koreksi dikit dari kata-kata saya, “Nanti saat meninggalkan Norway…” Barang belanjaan yang kamu beli di Norway bisa kamu ajukan Claim tidak hanya saat meninggalkan Norway, tapi termasuk juga Denmark, Sweden, dan Finland. Jadi kayak saya nih, setelah dari Norway saya menuju Sweden dan baru pulang lewat Stockholm. Jadi claim saya ajukan lewat Global Blue Kantor Cabang Pembantu Arlanda Airport.
Cara claimnya cukup mudah. Bawa receipts yang udah distempel di toko lalu bawa ke Global Blue counter beserta dengan barang-barang yang mau kamu ajukan claim refund. Nanti barang bakal diperiksa, formulir bakal dicek. Bisa dicairkan secara cash atau dicreditkan ke Credit Card. Kalau di website dan petunjuk yang saya baca, sebelum dibawa ke counter Global Blue, receipts dan formulir dimintakan stempel dulu di Customs. Tapi waktu itu saya langsung bawa ke counter Global Blue tetep dilayani kok.
Untuk daftar counter Global Blue, bisa dicek di tiap negara ini yak: Norway, Denmark, Finland, Sweden.
9. Piss before you Miss.
Bahkan berhemat di Norway bisa sesimpel untuk: pipis dulu sebelum meninggalkan airport/penginepan. Karena toilet-toilet di Norway itu berbayar, ada mesin EDC sebelum memasuki toiletnya. Yah, mirip di Indonesia sih. Bedanya, pipis di Indonesia biayanya 2,000 INR, kalo pipis di toilet umum di Norway biayanya 10 NOK atau sekitar 18 ribu Rupiah.
Baca juga cerita saya tentang tempat-tempat seru untuk hiking di Norway!
“So, Norway is expensive. But there are always ways to cheat.”
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.