Siapa Bilang Ngurus Visa Schengen Norway Susah? Yuk Simak!

Setelah semua tiket pesawat dan penginapan untuk trip saya ke Norway dan Sweden beres, maka sekitar tiga bulan sebelum keberangkatan saya mulai mempersiapkan berkas berkas untuk ngurus Visa Schengen. Pengurusan Visa Schengen Norway hanya dapat diajukan melalui VFS Global. Yes, sama seperti saat saya mengajukan permohonan Visa New Zealand.
Pengurusan Visa Schengen Norway wajib dilakukan secara online melalui website Direktorat Imigrasi Norwegia (Utlendingsdirektoratet) disingkat UDI. Website resminya ada di https://www.udi.no/en/. Selain pengisian online, kita juga wajib untuk datang ke kantor VFS Global. Gunanya untuk menyerahkan berkas, dan proses perekaman biometrik.
Sabar ya, kita bahas satu satu dulu. Pertama, kita bahas dulu lah sepintas tentang Visa Schengen, yang udah nggak sabar buat baca persyaratan dan cara ngurus Visa Schengen dari Kedubes Norway, sub cerita tentang Visa Schengen di bawah ini bisa diskip saja.

Sepintas tentang Visa Schengen

Visa Schengen adalah visa yang diberikan kepada orang yang bepergian di wilayah Schengen. Wilayah Schengen sendiri merujuk pada 26 negara yang terikat pada Perjanjian Schengen. Perjanjian Schengen merupakan perjanjian yang awalnya dibuat oleh lima negara di pada tahun 1985 di Schengen, Luxembourg, kota kecil yang lokasinya berada di perbatasan Perancis dan Jerman. Lalu terus berkembang menjadi 26 negara. Mana aja nih? 26 negara itu adalah Austria, Belgium, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Iceland, Italy, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg, Malta, the Netherlands, Norway, Poland, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spain, Sweden dan Switzerland. Nah, pada wilayah negara negara schengen ini, pemegang Visa Schengen bisa bebas melewati batas batas negara tersebut. Eits, tidak cuma 26 negara itu saja. Ada tambahan belasan negara lagi yang mengizinkan foreginers non Schengen countries buat mengunjungi negara mereka cukup dengan menunjukkan valid Visa Schengen. Saya comot dari https://www.schengenvisainfo.com/non-eu-countries-where-you-can-go-with-schengen-visa/, negara negara tersebut adalah: Albania, Antigua and Barbuda, Belarus, Bosnia and Herzegovina, Bulgaria, Colombia, Croatia, Cyprus, Georgia, Gibraltar, Kosovo, Macedonia, Mexico, Montenegro, Romania, Sao Tome and Principe, Serbia, dan Turkey!
Eits jangan senang dulu. Yang negara Schengen aja masing-masing memiliki persyaratan yang berbeda beda, apalagi belasan negara tersebut. Turkey misalnya, menerapkan kebebasan Visa Schengen holder untuk mengunjungi negaranya kepada negara negara tertentu saja. Tidak termasuk Indonesia. Jadi, kita sebagai Indonesia Passport Holders, meskipun memiliki Valid Visa Schengen tetep harus ngurus visa Turkey kalo mau berkunjung ke sana. Rata rata sih mewajibkan Valid Visa Schengennya harus multiple. Jadi kalo kamu mau berkunjung ke negara negara tersebut, browsing lebih lanjut di tempat lain ya. Karena postingan ini khusus untuk Norway saja.
“Kalo gue mau mampir ke banyak negara gimana Mas Bardiq?” Untuk kamu yang mau Euro Trip, keliling negara negara di kawasan Schengen, kamu cukup satu kali mengurus Visa Schengen.
“Ngurusnya lewat Kedubes negara mana nih? Kan banyak.” Nah untuk yang ini, kamu perlu cek itinerary kamu lagi. Idealnya, pengajuan visa Schegnen melalui kedubes negara mana yang kamu kunjungi paling lama. Misalnya nih, kamu landing di Bergen, lalu cuma tiga hari aja ber-Norway in a Nutshell ke Oslo, lalu dari Oslo lanjut ke Sweden, terus selama dua minggu explore Sweden. Nah, kamu bisa mengajukan Visa Schengen melalui Kedubes Sweden. Kalo kamu akan mengunjungi ke dua atau lebih negara yang waktu kunjungannya sama semua. Misalnya kamu mau mengunjungi Norway tiga hari, lalu lanjut ke Finland tiga hari, dan terakhir tiga hari juga di Sweden, maka pengajuan visa bisa kamu lakukan ke kedubes negara yang pertama kamu landing-in: Norway.
Visa Schengen Norway bisa dimohonkan untuk kedatangan secara single (satu kali), dua kali, atau multiple. Single artinya nggak punya pacar. (Iya Mas Bardiq, iya). Single artinya pada periode Valid Visa kamu, kamu hanya diperbolehkan untuk sekali aja mengunjungi Schengen Area. Tapi kalo Multiple, ya selama periode Valid Visa itu kamu boleh keluar masuk Schengen Area berapa kalipun. Contoh untuk Multiple, kalo kamu mau mengunjungi Perancis selama dua minggu, lalu kamu ngurus Visa Schengen melalui Kedubes Perancis, dan approved secara multiple, untuk jangka waktu satu tahun. Dua bulan setelah kepulangan kamu dari Perancis, kamu mau ke Italy selama tiga minggu. Nah, karena waktu keberangkatan kamu ke Italy masih dicover oleh Visa Schengen yang kamu dapet dari Kedubes Perancis, maka kunjungan kamu ke Italy nggak perlu ngurus Visa Schengen lagi.
Setiap negara Schengen memiliki syarat berbeda beda untuk pengajuan Visa Schengen, ini nih saya nemu postingan bagus punya Mas Nelwin Aldriansyah dari blognya (https://pakansi.com), tentang perbedaan persyaratan yang diwajibkan masing-masing negara Schengen, saya comot dari blognya di sini.
Jadi, cek lagi itinerary kamu, kemana aja dan berapa lama? Kalo jawabannya seperti trip saya, Norway, monggo lho dilanjutkan baca postingan ini. Yang mau baca baca informasi lengkap tentang Visa Schengen bisa mengjungi website resminya di sini!

Persyaratan

(Orang yang mengajukan permohonan visa, dalam postingan ini saya sebut “applicant” ya)
Beberapa kali ngurus visa, dan menurut saya syarat syaratnya nggak beda jauh dengan saat saya ngurus Visa Jepang dan Visa New Zealand. Untuk Visa Schengen Norway, ini nih yang perlu kalian siapin hardcopynya:
1. Visa Schengen Checklist. Bisa didownload di sini. Checklist ini beneran harus didownload,
diprint, dan diisi ya.
2. Cover Letter yang didapat dari Portal Aplikasi dan Formulir yang sudah diisi secara online. Cover Letter dan Formulir ini didapat nanti setelah selesai mengajukan permohonan Visa secara online. Online ngisi di mana? Sabaaaar. Kita list dulu semua persyaratannya ya.
3. Satu lembar foto passport, kurang dari tiga bulan, ukurannya 4.5 x 3.5 cm, background berwarna putih, tanpa kacamata! Foto ini ditempelkan di kiri atas pada Cover Letter (poin nomor 2).
4. Passport asli dengan masa berlaku paling tidak tiga bulan setelah masa berlaku Visa Schengen Norway berakhir, dan satu lembar fotokopian passport personal information page. Jadi, kita harus sudah bisa memperkirakan kapan berakhirnya visa yang diberikan oleh Kedubes Norway. Biasanya, Kedubes Norway memberikan izin visa sesuai dengan permohonan kita. Ketat banget sih. Misalnya saya nih. Saya berangkat ke Norway dari Indonesia tanggal 5 September 2018 dan meninggalkan negara Schengen (melalui Sweden) tanggal 24 September 2018, saya diwajibkan menggunakan travel insurance dengan jumlah hari selama kunjungan saya di negara kawasan Schengen ditambah 15 hari (kita bahas lebih dalam nanti ya). Maka travel insurance saya harus mengcover perjalanan saya dari tanggal 5 September 2018 sampai dengan 24 September 2018 ditambah 15 hari lagi. 15 hari dari tanggal 24 September 2018 adalah tanggal 10 Oktober 2018. Kalo udah ketemu tanggal 10 Oktober 2018, maka passport saya harus masih berlaku paling tidak tiga bulan setelah tanggal 10 Oktober 2018. Tanggal berapa adek adek? “10 Januari 2019!” Pinteeeer .
5. Satu atau lebih dokumen berikut yang dapat memastikan bahwa finansial kamu bisa mengcover seluruh perjalanan selama kamu di negara Schengen:
a. Surat Keterangan Kerja (Job Letter) yang memberikan informasi tentang lama kamu bekerja, jabatanmu, dan besar gajimu. Untuk dokumen ini saya serahkan surat keterangan dari kantor yang menjelaskan jabatan saya di kantor dan lama saya bekerja di kantor, berbahasa Indonesia.
b. Fotokopi Kontrak Pekerjaan (Labour Contract). Dokumen ini saya lampirkan berupa Surat Keputusan ketika saya mulai bekerja dulu, berbahasa Indonesia.
c. Cetak Rekening Koran tiga bulan terakhir. Nah, poin ini yang paling krusial! Paling penting! Dan kalo saya bilang hukumnya wajib ada, meskipun kata-katanya pada persyaratan dokumen adalah one or more. Terkait Rekening Koran, pasti banyak yang nanya, berapa sih uang yang harus diendepin di rekening buat ke Norway? Jawaban saya pun klise, saya tidak tahu. Karena berapa nilainya itu tergantung penilaian dari Kedubes, cukup nggak sih duit segitu. Yang pasti, uang yang kita miliki di rekening harus mampu mengcover seluruh perjalanan kita selama kita berada di Norway sampai pulang ke negara asal. Jadi jangan sampai kita ngerepotin negara orang. Dan nilainya pun pasti berbeda beda ya. Saya yang berencana untuk mengunjungi Norway dan Sweden selama 18 hari, tentu beda dengan turis lain yang sampai dua bulan di Norway. Kira kira begini, satu hari berapa sih biaya hidup di Norway? Untuk makan, tempat tinggal, dan transportasinya? Misalnya paling mahal dua juta (Iya bro, biaya hidup di Norway itu super mahil), kalikan dengan jumlah hari kita selama berada di Norway. Kalo 20 hari berarti 40 juta ya? Terus tambahlah harga tiket kita pulang ke negara asal, taruhlah tanpa promo sekitar 10 juta. Berarti uang endepan di rekening paling nggak ada 50 juta. Ini perkiraan saya aja loh. Oke ya?
d. International Credit Card disertai dengan Surat Pernyataan dari Bank penerbit CC. Untuk
yang satu ini tidak saya lampirkan karena saya tidak punya CC International. CC saya Bank
lokal dan pas saya tanya ke Bank terkait Surat Pernyataan, mereka malah cengo, nggak
ngerti kayak apa bentuknya.
e. Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran. Ini fotokopiannya aja yang saya lampirkan. Nah, pada poin nomor 5 ini, hanya dokumen huruf a, b, c, dan e yang saya lampirkan. Untuk dokumen huruf d tidak saya lampirkan. Nggak apa apa tuh.
“Mas Bardiq, itu dokumen dokumen lampiran huruf a sama b beneran pake Bahasa Indonesia? Nggak perlu ditranslate pake jasa penerjemah tersumpah?”
Yes, pakai Bahasa Ibu Pertiwi saja. Pas dokumen saya dicek sih sempet ditanya, tapi apa dikata dokumen asalnya pakai Bahasa Indonesia, saya jawab aja, “Iya, formatnya memang Bahasa Indonesia.” Sudah, habis itu tidak ada masalah.
6. Travel Insurance Asli dan satu berkas fotokopiannya. Nah agak panjang nih bahasan tentang Travel Insurance. Yang unik dari Visa Schengen Norway adalah masalah Travel Insurancenya. Sebelum kita bahas biayanya, beberapa dari kamu pasti nanya deh, “Pake apa Travel Insurancenya?” Bebas, yang penting diakui oleh Kedubes Norway. Travel Insurance yang diakui oleh Kedubes Norway ada di link ini. Daftar Travel Insurance ini saya dapat langsung dari hasil email emailan mesra sama Mbak Mbak VFS. (Yakin Bar, Mbak Mbak?) Khusus untuk Visa Schengen Norway, Kedubes sono mewajibkan applicant untuk menambahkan lagi 15 hari lagi dari lama si applicant mengunjungi negara Schengen. Misalnya saya deh. Saya berangkat ke Norwegia dari Indonesia tanggal 5 September 2018 dan meninggalkan negara Schengen (dari Sweden) tanggal 24 September 2018, total ada 20 hari. Nah, pada saat membeli Travel Insurance, saya harus menambahkan 15 hari lagi dari tanggal 24 September 2018. Jadi pada saat pembelian travel insurance, saya membeli travel insurance untuk mengcover perjalanan saya dari tanggal 5 September 2018 sampai 10 Oktober 2018. Beda biayanya? Saya contohkan pake jenis travel insurance yang saya beli kemaren ya ya. Kalo saya beli travel insurance sampai tanggal saya nyampe Indonesia lagi (22 hari) biayanya adalah 639,000. Sedangkan kalo ditambah sampai dengan tanggal 10 Oktober 2018, maka biayanya menjadi 795,000. Bedanya sekitar 140,000 Rupiah ya. Selain itu, nilai claim total minimalnya adalah 30,000 EUR, sekitar 515 juta kalo diRupiahin. Jadi pas beli travel insurance, dicocokin lagi ya, berapa lama waktu yang tercover dan nilai total claimnya. Saya nggak mau ngiklan sih, tapi coba cek pake Futuready ya. Sering ada diskon dari pada langsung ke website insurancenya. Kami kemaren melewatkan Summer Discount dari Futuready, lumayan padahal: 20%!
7. Hasil cetak/fotokopi tiket pesawat. Berarti untuk tiket pesawat harus sudah dibeli ya gaes.
8. Formulir Negara Schengen yang sudah diisi dengan lengkap dengan waktu traveling tidak lebih dari 90 hari. Ada di mana nih formulirnya? Ada di halaman terakhir di file checklist (lihat poin nomor 1).
Lalu, poin poin di bawah ini diserahkan sesuai dengan kategori keperluan kunjungan.
Nomor 9 dan 10, untuk kunjungan sebagai turis. Karena tujuan kunjungan saya adalah sebagai turis, jadi lampiran dokumen yang saya lampirkan cukup sampai poin nomor 10.
9. Bukti penginapan yang sudah terkonfirm. Bisa berupa hotel, hostel, airbnb, bus malam, sleeper train, atau apapun itu. Yang penting setiap malam sudah jelas mau nginap di mana dan urutan lokasinya masuk akal. Nanti pas dokumen dokumenmu dicek, Mbak Mbak yang neliti berkas kamu bakal nandain masing masing malam nginep di mana, dan lokasinya masuk akal atau tidak. Misalnya saya, malam ke 15 berada di Narvik, Norway, dan malam ke 17 nginap di Stockholm, Sweden. Maka, bakal ditanya malam ke 16 nginap di mana, dan dari Narvik ke Stockholm naik apa. Karena sudah saya lampirkan kalau malam ke 16 menginap di sleeper train Narvik ke Stockholm, jadi ya sudah, tak ada masalah. Masalah penginepan nanti saya bahas satu satu di postingan tersendiri ya.
10. Bukti bayar visa dari portal online. Ini khusus untuk group tour sih, tapi apa salahnya dilampirkan juga, toh pas selesai bayar juga dapet bukti bayar.
Nomor 11 sampai dengan 13, untuk tujuan mengunjungi keluarga/kawan/pacar.
11. Jika dianggap perlu, bukti hubungan antara applicant dan orang yang akan dikunjungi. Kalo keluarga bisa lah ya pake Kartu Keluarga, lah kalo temen? Pacar? Bisa dijelaskan pakai invitation letter dari yang bersangkutan aja.
12. Surat asli yang ditandatangani dari orang yang tinggal di Norway atau Warga Negara Norway yang tinggal di Indonesia, yang isinya menjelaskan hubungan, kondisi hidup applicant saat ini, tujuan kunjungan, lama kunjungan di Norway, dan kapan rencana pulang ke Indonesia.
13. Kalau applicant tidak dapat menyerahkan dokumen pada nomor 5 (bukti keuangan), applicant wajib menyerahkan:
a. Guarantee Form for Visit” yang ditandasahkan oleh polisi Norway (dan satu lembar fotokopian) dari “Guarantor” (Penjamin). Kewajiban Gurantor antara lain:
Guarantor harus mampu menyediakan biaya makanan dan tempat tinggal bagi applicant selama applicant berada di Norway.
– Gurantor harus dapat mengganti biaya biaya yang dikeluarkan oleh negara, kalo misalnya si applicant dideportasi (amit amit) dari Norway.
– UDI akan menelaah lagi, terkait visa yang akan diberikan oleh applicant. Jadi, walopun sudah ada guarantor, belum tentu visa akan disetujui/diperpanjang.
Ada syaratnya juga loh untuk jadi Guarantor. Guarantor harus:
– Guarantor ini wajib orang yang tinggal di Norway (selaku reference).
– Guarantor harus memiliki pendapatan/keuangan yang cukup untuk menjamin semua biaya biaya yang dibutuhkan applicant (makan dan tempat tinggal) termasuk biaya kepulangan applicant.
– Guarantor wajib menyerahkan
Guarantee Form for Visit yang bisa didownload di website UDI di sini. Lalu setelah mengisi Guarantee Form for Visit, bawalah ke Kepolisian Norway dengan menunjukkan Passport atau ID Valid yang lain, Slip Gaji bulan lalu, Slip pengembalian pajak tahun lalu, dan Surat Pernyataan dari Bank. Setelah Guarantee Form for Visit ditandasahkan oleh Kepolisian Norway, kirim Guarantee Form for Visit asli ke applicant, lalu applicant jadikan lampiran pada saat mengajukan permohonan Visa Schegnen Norway. Piye? Ribet aja apa ribet banget?
Kalo Guarantor bukan merupakan sanak saudara, tapi dari perjalanan bisnis, kurang lebih Guarantor menyediakan dokumennya sama sih, cuma ditambah menyerahkan pernyataan mengenai alamat kantor terdaftar dan bisnisnya harus masih berjalan.
Kalo tidak bisa menyerahkan Guarantee Form for Visit seperti yang saya coba jelaskan di huruf a, bisa juga menyerahkan:
b. Kalau orang yang dijadikan referensi (reference) tinggal dan memiliki izin tinggal sah di Indonesia, maka lampirkan dokumen dokumen yang membuktikan bahwa reference bisa membiayai perjalanan applicant selama di Norway sampai applicant pulang.
Semua informasi tentang Gurantor saya comot dan terjemahkan seadanya dari website resmi UDI di sini.
Nah, ada juga sih untuk keperluan bisnis. Tapi nanti tulisan saya terlalu panjang. Karena baru ngomongin persyaratan nih. Belum ngisi online, bikin appointment, dan curhat panjang tentang cerita pas datang ke VFS Globalnya. Jadi saya skip aja ya persyaratan untuk kunjungan bisnis?
Silahkan dicek aja di checklist yang udah saya share di poin nomor hiji.
Gimana? Dikit kan persyaratan yang harus dilampirkan? Dikit Ndasmu Bar! Berapa juta pohon ini yang sudah ditebang buat dijadiin lampiran pengajuan Visa Schengen Norway? Saya yakin lama kelamaan bakal paperless kok. Mungkin masih proses aja kali ya. Kayak Pengajuan Visa New Zealand yang sekarang sudah tidak menerima permohonan manual. Semua online, dan tinggal menyerahkan passport.
Silakan dibookmark dulu kalo capek baca tulisan ini, karena masing panjaaaaang.

Biaya

Untuk biaya pengurusan Visa Schengen adalah 60 EUR, dengan kurs saat itu 16,767 per Euro, saya membayar sebesar Rp. 1,006,047. Masih lebih murah lah dari pada visa New Zealand. Jangan lupa ditambah biaya pengurusan visa di VFS sebesar 200,000. Belum lagi kalo pengambilan passport dengan pengiriman sebesar 50,000, dan biaya layanan update status 20,000.

Filing the Online Form

Untuk pengisian formulir hanya dapat dilakukan secara online melalui webite UDI di https://selfservice.udi.no. Ayok saya share tahap tahapan pada saat saya mengisi.
1. Sudah masuk ke website self service UDI di https://selfservice.udi.no? Maka tampilannya akan seperti ini:

2. Untuk yang baru pertama kali, klik aja Create New User Account, maka selanjutnya akan muncul tampilan begini:

3. Isi aja data diri kamu seperti First Name, Surname (marga/last name), nomor HP, email, dan password. Setelah password sudah terconfirm, maka klik aja tuh tombol “Create User Account”. Maka halaman akan berubah seperti ini:

4. Nah, seharusnya sekarang udah dikirimin email notifikasi ke alamat email yang kamu submit tadi. Coba sekarang cek email kamu.

5. Setelah aktivasi account melalui email, maka akan muncul tab baru dan kamu akan diminta untuk log in dengan username serta email kamu tadi. Lalu sampailah kamu pada tampilan “Home”nya UDI. Ada dua pilihan menu, “Want to Apply” atau “Want to Book Appointment”. Bisa sih Book Appointmentnya dulu. Tapi idealnya, beres apply secara online, berkas siap, baru deh book appointment. Untuk Book Appointment, nanti aja melalui website VFS Global Norway. Jadi, klik aja “Want to Apply”.

6. Setelah kamu mengeklik “Want to Apply” akan muncul dua pilihan baru. Jangan ragu jangan gundah, hidup memang penuh pilihan. Pilih saja “New Application”.

7. Lagi lagi kamu dihadapkan dua pilihan. Karena Indonesia bukan termasuk negara eu apalagi eaaaa, maka pilihlah “Application form for citizens of all countries”.

8. Barulah kamu akan menemui jenis jenis visa yang mau kamu apply. Postingan ini akan membahas tentang Visitor’s Visa (tukang jalan ngeteng pilih ini ya), karena banyak pilihan jenis visa dari yang untuk bekerja, kuliah, sampai refugee.

9. Setelah kamu klik “Visitor’s Visa” akan muncul halaman tentang proses pengajuan visa yang dimulai dari Legal Disclaimer sampai Penyerahan dokumen. Jangan malu malu kalo mau baca baca dulu Legal Disclaimernya, karena saya sendiri nggak malu malu buat langsung klik “Go to Application Form”. Hehehehe. Jangan lupa, checkbox “I accept the legal disclaimer”nya dicentang dulu, meskipun ku tahu kamu tak sampai membacanya.

10. Barulah kita masuk ke pengisian formulir yang panjang lebar. What country are you applying from? Tentu saja Indonesia. Di halaman ini cuma berisi pemberitahuan untuk mengumpulkan berkas di Kedubes Norway di Jakarta dengan terlebih dulu membuat appointment. Urusan membuat appointment nanti saja, kita selesaikan dulu pengisian formulirnya ya. Jadi, klik “Next”.

11. Masuk ke Tab Personal Information, kayak gambar gambar di bawah ini. Nggak ada masalah ya? Lalu klik “Next”.

12. Tab Citizenship and Residence. Isi saja semampumu, untuk DUF number, bagi yang sudah pernah apply Visa Schengen Norway diisi saja ya pake nomor yang dulu. Bagi yang pengalaman pertama kayak saya, kosongkan saja. “Next”!
13. Tab Contact and Information. Nggak ada yang perlu dibahas lebih dalam. “Next”!
14. Masuk ke Tab Work and Studies. Ada banyak jenis pekerjaan di sini, dan sepertinya mencakup
semua jenis ya. Yang nggak ada, dipilih Other aja. Nanti di kolom Description diisi yang rinci ya,
pekerjaan kamu apa. Buat mereka yakin. Lalu isi aja informasi tentang kantor kamu. Sudah?
Next deh kalo gitu.

15. Tab Martial Status (Status Perkawinan) and Family Information. Agak kaget saat melihat jenis pilihan yang sangat banyak. Bahkan separated dan divorced ada pilihan sendiri. Ada partner, ada surviving partner, ada separated partner. Sedangkan di mata Indonesia, status perkawinan
hanya Kawin, Belum Kawin, Cerai Hidup, dan Cerai Mati. Belum ada pilihan Ingin Kawin. Sudah sudah, tab Status Perkawinan nggak perlu bikin galau, justru paling cepat saya klik Next. Wkwkwkwk.

16. Tab Children, diisi seadanya, nanti kalo diisi selain “0” akan muncul form untuk diisi data diri anak kamu. Next ya?

17. Tab Siblings (Saudara Kandung). Isi semua informasi tentang saudara kanduang kamu ya. Nggak perlu nomor KTP, cuma tanggal lahir sama Citizenship aja.

18. Lalu masuk ke Tab Travel Document and History. Pada tab ini kita diminta untuk mengisi informasi yang kurang lebih sama plek dengan halaman informasi di Passport. Ada pertanyaan tentang pernah atau belum mengunjungi negara Schengen. Jika pernah, klik saja “Yes” maka kamu akan diminta untuk mengisi informasi tentang kunjungan kamu ke negara Schengen sebelumnya. Lalu ada juga pertanyaan tentang sudah atau belum kita melakukan perekaman sidik jari untuk keperluan permohonan visa Schengen. Jika pernah, kamu akan diminta untuk mengisi kapan perekaman sidik jarimu itu dilakukan. Karena kedua pertanyaan itu saya belum pernah semua, jadi saya pilih “No”. Sudah semua? Cok kw pijit itu tombol Next sekelak.

19. Sampai kita pada Tab Travel Plan. Di sini kita akan diminta mengisi rencana kunjungan kita ke negara Schengen. Ke mana aja. Nah, isilah negara yang paling lama kamu kunjungi duluan. Karena saya 16 hari di Norway dan 2 hari di Sweden, maka saya isi Norway terlebih dulu. Lalu add more countries, baru saya pilih Sweden. Begitu juga dengan pilihan kota yang akan kamu kunjungin. Isilah kota yang paling lama akan kamu kunjungin, karena saya berpindah pindah setiap harinya, jadi saya isi kota pertama saya tiba di Norway, Bergen. Nah, penting ini! Pada bagian Number of Entries Required, harus kamu cermati. Mau berapa kali kamu keluar masuk negara Schengen dalam kunjungan ini. Kalo sekali dan langsung pulang kayak saya, pilih 1 aja. Tapi kalo kamu berencana mau ada trip tambahan yang meninggalkan wilayah Schengen dan nanti kamu bakal masuk lagi ke wilayah Schengen, pilihlah 2 atau multiple sekalian. Misalnya, dari Setelah ber-Norway in a Nutshell, kamu mau ngelanjutin perjalanan dari Oslo ke Svalbard. Svalbard ini adalah pulau kepulauan paling utara Norway. Lokasinya udah di Samudera Arctic. Kepulauan ini terkenal dengan wisata polar bear! Uniknya, secara administratif, Kepulauan Svalbard bukan termasuk bagian dari negara Norway, namun gubernur dari Svalbard ditunjuk dari pemerintah Norway. Jadi kalo kamu mau ikut tour melihat polar bear di Svalbard, izin visa Schengen kamu harus 2 atau multiple. Karena saat meninggalkan Oslo dan terbang ke Svalbard, kamu dianggap telah meninggalkan negara Schengen. Dong ya? Dilanjut isian di bawahnya kayaknya bisa lah. Yok next.

20. Masuk ke Tab Invitation. Bagi yang memiliki undangan dari orang yang tinggal di Norway, isi saja “Yes”, nanti kamu akan diminta untuk mengisi siapa yang mengundang kamu. Apakah dari perusahaan untuk keperluan bisnis, atau personal. Nanti akan ada formulir yang harus kamu isi terkait si pihak pengundang. Kalo kamu pilih “No” seperti saya, maka akan muncul formulir terkait penginepan kamu. Saya isi salah satu penginepan saya di desa Å, maka saya isi informasi tentang airbnb yang saya pesan di sana. Sudah? Klik Next yaaa.
21. Tab berikutnya adalah Travel Expenses. Di sini kamu akan diminta untuk mengisi siapa yang akan membiayai perjalanan kamu di Norway. Apakah ada sponsornya? Kalo tidak. Pilihlah
“Applicant”. Kalo punya Sponsor, ya pilih Sponsor. Dan centanglah cara kamu membiayain perjalanan kamu. Cash, Credit Card, Prepaid Accomodation. Tiga itu aja yang saya centang. Kalo
kamu punya Sponsor, kamu akan diminta mengisi siapa sponsornya, bisa orang atau perusahaan. Next ya? Bentar lagi beres.
22. Sampailah di penghujung form: Tab Application Summary. Teliti lagi semua isian kamu karena ini adalah kesempatan terakhir untuk melakukan edit. Karena setelah kamu centang dua check box, dan klik “Next”, maka kamu akan menuju halaman pembayaran. Cocok kam rasa? Klik Next kalo gitu.
23. Muncullah halaman Pembayaran. Kalo belum mau bayar, bisa pilih “Save and Continue Later”. Atau kalau sudah siap kehilangan 60 EUR, klik aja Go to Payment.
24. Setelah pembayaran beres, maka akan muncul halaman semacam Summary dari UDI. Kamu bisa download Cover Letter, Check List, Application (Isinya semua data yang sudah kamu isi lewat aplikasi tadi), Summary (isinya Summary yang kayak di halaman terakhir pas pengisian formulir), dan Receipt. Yang wajib diserahkan ke VFS Global adalah Cover Letter, Check List, dan Receipt (Receipt seharusnya diwajibkan untuk pengajuan visa secara group sih, tapi saya lampirkan juga). Nah, foto yang saya masukin di persyaratan nomor 3, ditempel di kiri atas Cover Letter ini ya. Kalo bingung lokasi nempelnya, nggak usah ditempel, ntar ditempelin sama Mbak Mbak VFS Globalnya. Karena keknya banyak juga yang bingung ditempelin di mana karena nggak dikasih space khusus.
Selesai sudah pengisian formulir online kamu. Belum capek kan baca tulisan saya? Karena sekarang saatnya membuat appointment dengan VFS!

Schedule an Appointment at VFS Global

Dulu saat ngurus Visa NZ, pengajuan berkasnya saya nitip ke Fathoni, ternyata kali ini saya berkesempatan juga buat dateng sendiri ke kantor VFS. Berbeda dengan Visa NZ yang bisa juga diajukan melalui kantor VFS di Bali, untuk permohonan pengajuan Visa Schengen Norway sampai saat ini baru bisa diajukan melalui kantor VFS Jakarta di:
VFS Global – Schengen Visa Application Centre
Kuningan City Mall 1
st floor.
Jl Prof DR Satrio Kav 18, Setiabudi – Kuningan Jakarta – 12940
Untuk yang baru pertama kali mengurus Visa Schengen Norway, diwajibkan untuk datang ke VFS Global. Selain menyerahkan berkas permohonan Visa, juga untuk melakukan perekaman biometrik (sidik jari dan foto). Setelah semua berkas kamu siap, buatlah appointment dengan VFS Global. Caranya masuk ke website resmi mereka di http://www.vfsglobal.com/norway/indonesia/index.html. Ayok simak lagi deh step by step ini:
1. Sudah masuk kan ke website resmi VFS Global di http://www.vfsglobal.com/norway/indonesia/index.html? Pastikan dalam bahasa Inggris ya. Kalo piihan Bahasanya kamu ganti ke Bahasa Indonesia (ada opsi di kanan atas), nanti nggak bisa masuk ke halaman modul untuk membuat appointment. Kayaknya mereka salah attach url.

2. Lalu dibagian kanan bawah, ada pilihan Schedule an Appointment. Klik baelah.

3. Lalu akan muncul tampilan kayak gini ya? Pilih “Click here to go to the Appointment Module”.

4. Habis kamu klik, bakal muncul tab baru. Itulah modul yang akan kita pakai untuk membuat appointment.
5.  Jika belum pernah membuat usernya, klik dulu “New User?” di bawah tombol Continue.
6. Lalu isilah data diri, standar lah ya. Kek bikin user baru facebook. Baru ini deh disuruh bikin password, harus ada huruf besar; huruf kecil; angka; dan spesial karakter. Hahahaha. Kalo udah, kliklah “Submit”.
7. Perhatikan Desclaimernya, akunmu akan otomatis hilang kalo tidak digunakan (inactive) selama 30 hari.

8. Setelah klik Submit, masuklah ke email kamu. Bakal ada activation link yang diemail dari VFS Global. Setelah activated, maka kita akan kembali ke homepage modul. Nah, tinggal masukin aja user name dan password yang barusan kita isi, lalu klik “Continue”.

9. Welcome, Akbar Siddiq! Ini nih homepage Appointmentnya VFS Global. Ayok segera kita buat appointment dengan klik Tab Schedule Appointment warna biru di sebelah kiri

10. Pilihan pilihan di tampilan ini udah nggak bisa diganti sih, cuma pilihan di Purpose of Travel aja yang bisa kita ganti menjadi “Norway Visa”. Sudah?
11. Ketika pilihan Purpose of Travel kita pilih Norway Visa, otomatis akan muncul tulisan berwarna hijau, “Click here to know the earliest available date”. Saat kursormu diletakkan di tulisan itu maka akan muncul jendela kecil tentang waktu appointment paling dekat. Dibandingkan dengan negara negara Schengen yang lain, applicant yang mengurus visa Norway termasuk jauh lebih sedikit. Jadi biasanya banyak waktu yang bisa kita pilih untuk bikin appointment. Click continue.
12. Kemudian kita akan sampai di halaman Applicant List. Di sini kita bisa masukkan travelmates juga nih. Jadi appontment bisa diajukan oleh satu orang aja. Yang penting tau Nomor Passport, tanggal expiry passport, tanggal lahir, dan nomor HP masing masing travelmates. Maksimal 5 orang ya untuk satu kali appointment. Udah tau siapa aja yang mau kamu bikinin appointment? Klik add applicant.

13. Lalu isi data diri kamu ya, dan klik “Submit”.

14. Tinggal pilih Add Applicant lagi kalo kamu mau nambahin temen kamu untuk jadi satu appointment.
15. Sudah masuk semua travelmates kamu? Click Continue
16. Value Added Services! Click Continue lagi Pak.

17. Lalu akan muncullah kalender yang bisa kita pilih tanggal untuk appointment. Tanggal ini muncul sampai hampir empat minggu ke depan. Kalo warnanya ijo, bisa kamu pilih tanggal tersebut. Setelah pilih salah satu tanggal, maka akan muncul daftar jamnya nih. Setelah pilih salah satu periode jam, “klik Confirm”.

18. Setelah appointment terconfirm, appointment letter bisa langsung kamu download. Selain itu, appointment letter juga bisa kamu download dari attached file di email. Appointment letter ini yang nantinya kamu bawa saat menyerahkan dokumen dokumen kamu di kantor VFS Global sesuai tanggal dan jam perjanjian. Don’t be late!

Penyerahan Berkas dan Perekaman Biometrik

Sudah lengkap belum semua berkasnya? Jangan lupa dicek lagi ya, kalo bisa cross check sama travelmates kamu, biar makin yakin. Jangan ada yang ketinggalan, apalagi yang bukan dari Jakarta, masa iya harus pulang lagi ngambil berkas ketinggalan.
Saat menyerahkan berkas ke kantor VFS di Jakarta, saya dari Semarang dan Adityo dari Lampung. Nah pas ke Jakarta ini, bebarengan dengan si Ikhsanul pindah dinas dari Semarang ke Jakarta. Ikhsanul ini travelmate trip saya ke India September 2017 lalu. Jadi sekalian lah saya bantu dia pindahan.

Sampai di Jakarta, kami janjian dulu sama si Adityo. Pesawat dia delay sekitar setengah jam. Baru setelah kami bertiga ngumpul, saya ikut pulang ke rumah Adityo, numpang nginep. Appointment kami hari Rabu jam 9 pagi. Jadi dari Tangerang saya dan Adityo berangkat jam 6.30, herannya jalanan Jakarta pagi itu sepi! Kami sampai di kantor VFS Global jam 8 pagi. Dan kami kelabakan! Malam sebelumnya, kami cocokin tuh masing-masing persyaratan, udah lengkap semua belom. Ternyata tetep aja ada yang kurang. Saya kurang fotokopi Akte Kelahiran, si Adityo ada kelewat kurang ngeprint satu penginepan. Padahal di rumah Adityo udah hampir jam 2 pagi. Yowislah, kita cari fotokopian besok pagi aja.
Tapi, sampai kami di kantor VFS, kami belum nemu juga fotokopian. Ada beberapa kali papasan di jalan, eh tutup. Saat kami sudah sampai di depan kantor VFS, pintu belum dibuka, tapi orang orang sudah mengantre panjang. Saya sempet becanda sama Adityo buat buka fotokopian di dekat kantor VFS, dibuat selembar seribu Rupiah juga pasti orang pada fotokopi di situ, dari pada jalan keluar kan.
Akhirnya kami keluar Mall dan cari fotokopian paling deket pake google maps. Ada satu sekitar 800 meter dari Mall Kuningan City. Kami memutuskan sambil jalan kaki aja, jalan cepat sih lebih tepatnya, sambil berharap fotokopiannya udah buka. Dan ternyata buka! Alhamdulillah.
Setelah sekali lagi kami saling cek ulang berkas, sudah lengkap, dan balik ke kantor VFS kami pake Ojek Online aja biar cepet karena udah jam 9 kurang sepuluh. Saat memasuki kantor VFS Global, kita akan diminta untuk menunjukkan appointment letter, dan dicek waktu yang telah kita sepakati. Kalau sudah sesuai, alat komunikasi akan diminta untuk dimatikan. Kita juga dilarang memfoto di dalem ruangan. Setelah melewati security, kita baru boleh masuk ke kantor VFS.
Sebelum memasuki ruangan, Appointment Letter kita akan discan terlebih dahulu dan dapet nomor tunggu. Di dalemnya terdapat meja panjang (banget) dengan banyak staff. Mirp CS bank gitu deh, tiap Mbak Mbak ini ada nomor kodenya. Loket Norway agak masuk ke dalam dan berada di dekat loket Italy.
Dan yak! Ternyata di dalem kantor VFS ada fotokopian! Dan selembarnya beneran seribu Rupiah. Hahahahaha. Di dekat pintu masuk juga ada Futuready buka stand, yang berbaik hati mau dimintai tolong untuk ngeprint kalo ada berkas yang kurang. Terus ada juga tempat untuk foto dengan background warna putih. 4 pcs foto untuk keperluan visa harganya 45 ribu. Jadi jangan panik dulu kalo ada dokumen kurang ya, kalo bisa difotokopi/diprint di kantor VFS, nggak perlu keluar gedung Mall Kuningan City.
Ternyata walaupun sudah bikin appointment, lama juga kami nunggu antrean. Sejam lebih Pak. Dari jam 9 kami udah duduk manis, baru jam 10.15 nomor kami baru dipanggil. Applicants sebelum kami keknya dari travel agent, dokumen yang dibawa tebel tebel, berjilid jilid. Mana masih ngantuk banget, tadi malemnya baru tidur jam 2 pagi.
Setelah sejam lebih, akhirnya nomor kami dipanggil juga. Karena kami satu nomor antrean, jadi gantian deh ketemu sama Mbak Mbak di loket Norway. Selain Norway, loket yang dilayani satu orang Mbak Mbak ini juga digunakan untuk melayani pengajuan visa Kedubes Croatia. Berbeda dengan negara lain yang nyampe dilayani beberapa loket, untuk permohonan Visa Schengen Norway Cuma satu loket, itupun digabung sama Croatia.
Dokumen dicek satu satu, dan saran saya sih, nggak usah distaples itu dokumen dokumen kamu. Karena setumpuk dokumen saya yang udah saya urutin dan staples biar gampang meriksanya, eh ternyata staplesnya harus dilepasin satu satu. Mbak Mbak yang meriksa dokumen saya cukup bawa stabilo aja. Lalu semua poin poin penting dari tiap dokumen distabiloin. Dan yang paling lama diperiksa menurut saya adalah rute nginepnya. Distabiloin satu satu tanggal dan tempatnya. Harus masuk akal. Bahkan ketika malam kelima belas saya nggak ada, ditanya nginep di mana. Malem kelima belas saya naik night train, yang tiket kereta apinya saya lampirkan bareng sama dokumen transportasi yang lain. Terus pas malem keenambelas saya tiba tiba nginepnya di Sweden, ditanya juga, kok bisa sampai Sweden, naik apa. Saya jelaskan lagi kalo night train saya di malem kelima belas itu dari Narvik di Norway sampai Stockholm di Sweden. Baru deh, dia lanjut meriksa dokumen yang lain.
Semua dokumen saya dia nyatakan lengkap, lalu saya diminta duduk lagi di kursi tunggu, sekarang gantian dokumen si Adityo yang diperiksa.
Ternyata dokumen si Adityo ini ada yang kurang, jadi saya fotokopiin bentar deh di tempat fotokopi yang tadi saya ceritain, biayanya selembar seribu Rupiah! Beneran kayak lawakan saya sama si Adityo pas tadi sebelum masuk ke kantor VFS. Rupanya ada yang ngeduluin ide kami!
Setelah dokumen kami semua beres, kami menunggu satu satu untuk dipanggil lagi, masuk ke ruangan perekaman biometrik. Pas saya masuk, udah ada Mbak Mbak lain yang duduk nungguin saya. Di dalem berkas saya direview sekali lagi, nyocokin data data yang penting, apakah udah sesuai atau belum. Begitu saya okein, baru proses perekaman sidik jari dan difoto. Nah, foto yang ini nih yang bakal nampang di visa kita nanti, bukan foto yang kita lampirkan di dokumen. Nggak ada kaca di dalem ruangan, jadi pastikan sebelum masuk ruang perekaman biometrik, situ sudah ngaca ngaca dulu yak. Hehehehehe.
Perekaman biometrik selesai, untuk proses pengambilan passport dan visa bisa dilakukan setelah mendapatkan informasi dari VFS melalui email kalau prosesnya sudah selesai. Nah, passport beserta visanya bisa diambil langsung di kantor VFS, atau bisa dikirim melalui kurir pengiriman. Di sini saya membayar biaya 270 ribu Rupiah. 200 ribu untuk biaya pengurusan visa (berbeda ya dengan biaya 60 EUR yang kita bayar pas apply visa dari portal UDI), ditambah 50 ribu untuk biaya pengiriman passport dan visa kita nanti, lalu 20 ribu untuk pelayanan update status proses pengajuan visa.
Untuk tracking proses pengajuan visa kita, bisa melalui website VFS di sini. Dengan mencantumkan Reference Number dan Last Name kamu saja.
Biaya dibayar, lalu saya mengisi alamat untuk pengiriman passport dan visa saya nanti kalau sudah selesai, lalu bereslah sudah proses submit berkas pengajuan visa dan perekaman biometrik! Yah, lumayan lama juga sih, dua jam lebih. Padahal Norway termasuk sedikit appicantnya.
Persetujuan Permohonan Visa
Kami menyerahkan berkas pengajuan visa pada hari Rabu, tanggal 27 Juni 2018. Pada saat kami mengisi formulir, juga pas nyerahkan berkas, kami dikasih tau kalo proses pengajuan visa Schengen Norway membutuhkan waktu paling tidak 15 hari kerja. Bahkan bisa lebih dari itu jika membutuhkan proses penelitian lebih lanjut.
Setiap proses pengajuan kami akan ada updatenya yang dikirim melalui email. Dan, pas hari Selasa tanggal 3 Juli 2018, saya dapet telpon dari VFS, dan dikabarin kalo pengajuan visa saya sudah beres! Mereka memastikan kembali alamat pengiriman untuk passport saya. Cuma 4 hari kerja, cepet banget! Dan passport sampai di alamat pengiriman pada hari Jumat. Pengirimannya juga cepet. Dan Visa Schengen Norway sudah tertempel manis di salah satu halaman passport saya.

Kayaknya baru ini foto ID saya kelihatan lumayan bagus. Hehehehehe. Mungkin karena tonenya bikin muka agak kabur. Wkwkwkwk.
Izin visa yang saya dapet: Satu kali visit, cuma 20 hari! Yes, Kedubes Norway terkenal ketat untuk memberikan izin kunjungan. Jadi, berapa hari yang kamu ajuin, single atau multiple visit yang kamu mohonkan, yaudah segitu juga waktu dan number of entries kunjungan yang dikasih. Dihitung dari tanggal berapa saya berangkat dari negara asal, sampai tanggal berapa saya meninggalkan negara Schengen. Tapi yasudah, nggak ada cutinya (baca: duitnya) juga kalau mau extend kan.
Visa sudah siap, berarti tinggal menunggu tanggal keberangkatan.
Norway, I’m coming!
Advertisements

4 thoughts on “Siapa Bilang Ngurus Visa Schengen Norway Susah? Yuk Simak!

  1. Bener, mereka lumayan murah hati ngasih visanya – dibandingkan Jerman 😅
    Taun 2016 aku ksana mau menghadiri nikahan temen. Suaminya dia yg kasih sponsor letter… Alhamdulillah visa keluar tanpa bla bla n di imigrasi lancar.. malah sempet ngobrol ama petugasnya gegara kompi mrk lemot..

    Like

    1. Iya, banyak yang pada menghindar ngurus dari kedubes Norway ya. Mungkin, karena ketat juga masalah kasih waktu izin kunjungan.
      Aku lumayan lama ditanya tanyain pas di imigrasinya. Sampe dirinci mau ke mana aja, berapa hari, pulang dari mana. 😅

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s