Sekelumit tentang Koneksi Internet di India

Internetan di India harus menggunakan SIM Card yang telah didaftarkan sesuai identitas pengguna. Ketika beli Vodafone di Delhi, data-data di Passport diinput, sampai difoto untuk data mereka. Bahkan untuk di wilayah Jammu and Kashmir, harus menggunakan ID lokal. Jadi ketika sampai di Srinagar, saat beli SIM Card, SIM Card kami didaftarkan pakai ID warga lokal.
Ketika pertama kali kami landing di Delhi, provider lokal saya secara otomatis berubah menjadi Tata Docomo India, dengan notifikasi ini itu yang nawarin paket roaming untuk internetan dan telpon SMS. Karena hanya 7 jam berada di Delhi, saya dan Ikhsanul memutuskan untuk menggunakan koneksi WiFi bandara Indira Gandhi saja, yang ternyata perlu menggunakan nomer HP untuk proses authentification, pake kode OTP gitu, yang dikirim melalui SMS. Dan, hanya dikasih waktu selama 45 menit aja untuk internetan. Pelit ya.
Jam 7 pagi pesawat kami dari Delhi menuju Srinagar, dan berharap sampai di Srinagar untuk menggunakan WIFi bandara juga untuk menghubungi teman kami di Srinagar, Shabir, yang sudah janji mau jemput kami di bandara.

Koneksi Internet di Kashmir dan Ladakh

Yak, setelah kami landing di Srinagar, kami nyalakan HP. Ternyata tidak ada WiFi (as I predicted), provider Indonesia yang kami harep harepin, mungkin bisa buat SMS ngabarin Shabir, eh langung muncul No Service.
Setelah ketemu Shabir, kami diantar ke salah satu toko (mirip counter HP di Indonesia juga, bedanya cat temboknya biasa aja, nggak mentereng warna warna ngejreng khas provider). Dan kami dibelikan (pake uang kami sendiri sih, didaftarkan kali ya?) menggunakan provider yang bisa digunakan di area Jammu and Kashmir, Aircel. Beberapa kali saya browsing, provider yang direkomendasikan untuk menjelajan Ladakh adalah BSNL atau Airtel. Dan kami diberi Aircel. Harganya Rs. 700 dan hanya bisa dipake buat internetan dengan kuota 1 GB setiap hari selama 30 hari. Lumayan ya, harga segitu total dapet 30 GB, iya sih kalo kami ngetripnya sampe 30 hari. Lha ini cuma 10 hari. Tapi yasudah lah.
Saya udah sempet nanyain tentang BSNL atau Airtel ini. Tapi beberapa kali saya diyakinkan kalo Aircel ini juga bagus, juga kenceng, juga 4G. Tapi keesokan harinya, ketika kami mulai meninggalkan Srinagar, sinyal dari LTE mulai turun ke 3G, lalu masuk ke E (Elek), lalu poof! No Service. Gitu terus sampai kami sampai di Leh tiga hari kemudian.
Ketika kami sampai di Leh, dapat sinyal E, tapi tetep nggak bisa koneksi internet. Katanya memang jelek sih pake provider apapun di Leh, tapi sesekali masih bisa dapat koneksi, jadi notif sesekai masih masuk. Lah, ini. Cuma bisa buat SMS dan telpon. Padahal pas beli pertama, kami ambil paket internetan aja, nggak pake SMS dan telpon. Useless? Yes. Wasting money? Yes.
Jadi untuk internetan di Ladakh orang-orang merekomendasikan pakai BSNL atau Airtel, biarpun saya nggak sempat merasakan bener apa enggak rekomenasi orang-orang ini. Untuk internet di Ladakh kami sepenuhnya bergantung pada WiFi yang disediakan penginapan, yang juga musim-musiman koneksinya. Kadang jelek, kadang jelek banget. Dan itupun hanya ketika berada di Leh. Di luar Leh, kami nggak pernah dapat koneksi internet. Terisolasi dengan dunia luar. But hey, that’s the point of my journey: Escape from the routine!

Koneksi Internet di Delhi dan Agra

Selesai perjalanan kami di Ladakh, begitu sampai di New Delhi, kami memutuskan untuk membeli SIM Card khusus turis di bandara Indira Gandhi. Ada counter Vodafone di dekat pintu kedatangan. Harganya Rs. 400, sudah diisi kuota internet 1 GB dan gratis nelpon 15 menit. Proses registrasinya pun tergolong ribet (ngebandingin sama paket internetan untuk turis di New Zealand yang praktis ), diminta passport untuk pengisian data sampai orangnya pun ikutan difoto. *cheese
Dan lagi, setelah SIM Card dicolok, nggak langsung bisa dipakai. Harus menunggu 4 jam dulu! Setelah 4 jam lalu baru muncul sinyal di HP dan ada notifikasi untuk melakukan konfirmasi dengan cara telpon ke operatornya dulu. Beres konfirmasi, nunggu beberapa saat baru HP bisa digunakan. 1 GB untuk berdua. Dan setelah berhari-hari minim internet, habislah 1 GB itu dalam waktu nggak sampe 3 jam. Hahahaha
Untuk isi ulangnya bisa ke counter HP, yaah mirip di Indonesia. Tapi kami nggak sempat isi ulang. Karena nggak tau kenapa, besoknya setelah kami dari Agra, koneksi internetnya nggak bisa dipake lagi. Hanya dapat sinyal untuk telpon dan SMS. Ribet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s