Jepang

Sebetulnya tulisan saya tentang Jepang ini adalah hasil travelling saya ke negeri sakura satu tahun yang lalu. Pertengahan April 2016, pertengahan musim semi. Tentu tujuan kami adalah cherry blossom alias sakura! Biarpun udah satu tahun, tulisan saya ini saya buat serinci mungkin. Saya bongkar bongkar lagi chat WhatsApp, email email, sampai foto-foto untuk ngurutin timeline perjalanan. Jadi jangan khawatir kalau tulisan ini nggak valid. Kalau ada yang lupa, saya bakalan jujur deh… *wink
Jepang adalah negara di Asia Timur, berdekatan dengan Korea. Jadi banyak orang yang juga melakukan trip gabung dengan Korea, karena tiket dari Jepang ke Korea juga relatif murah. Tapi kalau saya pribadi yang nggak punya banyak waktu untuk cuti dari kantor, lima hari waktu libur tentu saya fokuskan untuk explore di Jepang saja.  Lima hari cukup? Kurang! Saya hanya explore area sekitar Tokyo dan berakhir di Osaka.  Bener-bener harus manfaatin waktu dan jarak. Bener-bener bikin list tempat yang harus dikunjungin, dan mana yang dengan berat hati harus dicoret karena terlalu jauh atau terlalu lama perjalanannya.
Jepang adalah negara dengan empat musim. Dan bisa saya bilang musim apapun adalah recommended untuk mengunjungi Jepang. Tinggal cari waktu yang tepat dan nyesuaikan dengan tempatnya. Musim semi di Osaka adalah pertengahan Maret sampai akhir Mei dengan serangan bunga sakura pada akhir Maret sampai pertengahan April, setelah itu bunga sakura akan mulai berguguran. Tapi berbeda dengan di Hokkaido sana. Bunga Sakura mulai blooming sekitar akhir April sampai pertengahan Mei. Jadi kita bisa menikmati sakura di satu tempat sekitar 3-4 minggu pada musim semi itu. Jadi sedikit gambling untuk ngepasin kapan kita bisa tepat dapat waktu ketika sakura sedang mekar-mekarnya. Karena musim hanya bisa diprediksi, terkadang bisa juga datang lebih cepat atau bahkan terlambat. Apalagi kayak saya budget traveller yang harus cari dan beli tiket dari jauh jauh hari.
Itu untuk musim semi. Winter tentu kamu bisa dapet view Jepang yang tertutup putih salju, Autumn kamu bisa dapet view pohon-pohon dengan daun-daunnya yang mulai menguning dan memerah, juga Summer yang penuh dengan festival. Jadi rencanakan dulu, mau musim apa kamu datang ke Jepang, di mana, do more search tentang waktu paling tepat di daerah yang kamu kunjungi, baru kamu cari tiketnya.
Saya sendiri termasuk telat. Taman-taman yang ketika sakura mekar berubah warna menjadi pink, ketika kami sampai di sana banyak yang sudah gugur, sakura berserakan di tanah, dan tersisa daun daun hijau di ranting pohon.
Mayoritas penduduk Jepang nggak bisa bahasa Inggris, tapi semua orang yang kami tanya, ramah. Nggak ada yang ketus atau malah melengos. Walaupun saling nggak ngerti bahasa satu sama lain, mereka lebih milih buat ngotot bantuin dengan bahasa isyarat atau bahkan langsung ngantar kami ke tempat tujuan. Karena saking hopelessnya saya pakai bahasa Inggris yang mereka nggak ngerti, sampai ada beberapa kesempatan yang saya sampe nggak pake bahasa Inggris lagi. Jadi saya nanya pake bahasa Indonesia campur Jawa, dia jawab pake bahasa Jepang. Epic!

This slideshow requires JavaScript.

Introducing my travelmates: Adityo dan Prayoga. Saya dari Medan, Adityo dan Prayoga dari Balikpapan. Kami beli tiket promo KL-Tokyo Haneda dan pulang Osaka-Singapore sekitar akhir Juni 2015. Empat bulan sebelum trip kami ke Hong Kong dan Macau. Ini yang bikin penyusunan itin trip Hong Kong Macau tertunda. Kedistract abis. WhatsApp dan Instagram yang harusnya saling share artikel/foto tentang Hong Kong Macau, malah asik bahas Jepang.
Semua perencanaan ke Jepang ini bener-bener ngandelin WhatsApp dan email emailan. Sama sekali nggak ada kesempatan buat ketemu. Sesekali kami group call pas bener-bener ada perebatan alot yaitu penginapan. Hahahaha. Kalau bahas tempat mah kami adem ayem aja.
Sebetulnya itin kami ini masih setengah matang. Kami cuma bikin list tempat tempat yang mau kami datengin, dan begitu kami udah pegang map baru kami atur mana dulu baru ke mana. Jangan ditiru ya. Map transportasi (kadang ada juga udah lengkap sama tempat wisatanya) di Jepang banyak bisa kita dapet di google. Jadi bisa kamu atur jauh-jauh hari.
Oke, let’s start the journey!
Chapter 1: Preparation (Ticket PurchasingAccommodation SeekingVisa Applying)
Chapter 2: The Journey
Day 0 – Day 2
Day 3 – Day 5
Chapter 3: Miscellaneous (What to Wear What to BringKoneksi Internet di JepangTransportasi di JepangRincian Biaya Trip ke New Zealand)
Advertisements