Menikmati Batu Bolong dari Tanjung Radar

Karena merasa ditipu oleh Helmi pas mau berangkat ke Pantai Mandorak kemaren pagi, kali ini kami bangun rada-rada siang. Yah, walaupun tetep nyampe restauran hotel duluan sih.
Sekitar jam 9 kami berangkat. Tujuan pertama pada perjalanan hari ketiga kami adalah Tanjung Radar. Kenapa namanya Tanjung Radar? Karena tempat ini salah satu tempat di selatan Pulau Sumba yang terdapat radar milik TNI, untuk pengawasan perbatasan Indonesia bagian selatan. Gitu sih kata Pak Sarmin, driver kami selama tiga hari ini. Kalo kamu search di Google Maps, muncul kok Tanjung Radar ini.
Perjalanan dari Tambolaka ke Tanjung Radar sekitar satu jam setengah. Dan kami sempet beberapa kali kesasar. Hehehehe. Udah sama orang lokal aja tetep kesasar ya, apalagi kalo ngeteng. Kalo mau ngeteng, mungkin bisa sebelum sampai di Sumba, didownload dulu mapnya. Sekarang kan google maps bisa download map, terus nanti diakses secara offline. Kalau pake maps.me, bisa juga kali ya? Untuk trip ke Sumba ini karena kami pake trip planner jadi sama sekali nggak mikirin peta-petaan, duduk manis aja. Nyampe ya nyampe, nyasar yowis ben.Karena beberapa kali kesasar kita juga nggak bisa ngebantuin karena nggak prepare download offline maps di HP.
Di sini kami masuk secara gratis, karena nggak ada yang ngejagain pintu masuk. Untuk sampai ke Tanjung Radar, kita harus melewati pintu dari kawat berduri. Mobil bisa kok masuk, ada lahan lumayan luas buat dijadikan tempat parkir. Tapi, pintu ini yang kata Pak Sarmin terkadang ditutup/dikunci.
Mengintai dari semak semak.
The team without me (again).
Ada batu bolong (juga) di bawah Tanjung Radar.
Photographed by: @dwigatama
Photographed by: @prabowoadityo
Tanjung Radar merupakan daratan yang menjorok ke laut. Nah, lokasinya di atas tebing. Jadi biarpun namanya pake ‘Tanjung’, nggak bisa dijadiin pelabuhan buat nyaingin Tanjung Priok. (Suka suka elu bar)
Yang saya suka dari Tanjung Radar, dari sini di sebelah baratnya bisa kelihatan Batu Bolong di Pantai Mbawana, itu loh, karang/batu yang terkisis sebagian oleh air laut, membuat lubang di sisi bawah karang. Lalu, di sebelah Timurnya bisa kelihatan Pantai Watu Maladong.
Itu tuh, Batu Bolong di Pantai Mbawana.
Kalo Pak Anes ini lagi nikmatin view Pantai Watu Maladong
Mister Prabs

Hati-hati ya kalo ke Tanjung Radar, karena nggak ada pengamannya, dan jangan asal injak semak-semak. Salah injak langsung jatuh ke tebing di kaki Tanjung Radar.
Tujuan kami hari itu terlebih dahulu ke Tanjung Radar, karena tujuan kami selanjutnya yaitu Pantai Watu Maladong dan Pantai Mbawana masih tinggi air lautnya. Jadi sekalian nunggu air laut surut. Tapi kalo mau sunsetan di sini asik juga kok. Pernah lihat di Instagramnya @her_journeys seru juga dia sunsetan di sini.
The Gang
Om Om. Photographed by: @prabowoadityo

Sudah puas di Tanjung Radar, kami melanjutkan perjalanan kami ke destinasi selanjutnya!
Click here to see all of my Sumba stories.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s