Tentang Perkeretaapian di India: Ribet!

Perkeretaapaian di India hampir sama dengan Indonesia, dimonopoli oleh perusahaan milik negara. Di India pihak yang mengelolanya adalah Indian Railways di bawah Ministry of Railways, dan memiliki beberapa anak perusahaan. Salah satunya adalah Indian Railway Catering and Tourism Corporation (IRCTC). IRCTC adalah anak perusahaan Indian Railways yang mengurus tentang pemesanan makanan, tourism (beneran menyediakan paket tour) dan pertiketan online dengan mengakses website IRCTC. Untuk pemesanan tiketnya sendiri bisa dilakukan sampai 120 hari sebelum keberangkatan. Dan sangat saya rekomendasikan untuk memesan jauh-jauh hari.
Sebetulnya untuk turis dari luar India bisa menggunakan IndRail Passes. IndRail Passes adalah pas khusus untuk turis agar bisa menggunakan kereta api di India dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan pilihan saat membeli pas ini. Tapi saya sendiri pilih pakai cara manual karena memang cuma satu kali pulang pergi menggunakan kereta api di India.
Ada juga Foreign Tourist Ticket di website IRCTC, tiket khusus turis asing. Tapi waktu saya cek kuotanya sudah penuh dan seat yang disediakan juga lebih banyak pakai tiket yang umum.
Kereta api di India memiliki nomor identitas yang berbeda-beda antara kereta api yang satu dengan kereta api yang lain. Nomor Kereta Api ini terdiri dari 5 digit angka, yang setiap digitnya memiliki arti sendiri-sendiri. Yang penasaran tentang Nomor Kereta Api ini bisa mampir ke Wikipedia di sini.

Cara memesan tiket kereta api di India secara online.

Untuk pemesanan tiket kereta api India secara online hanya bisa dilakukan melalui IRCTC. Dan kita diwajibkan memiliki user terlebih dahulu untuk melakukan pemesanan tiket. Website IRCTC hanya bisa diakses untuk pemesanan tiket pada pukul 01.30 a.m. sampai dengan 11.30 p.m. (waktu India) dan setelah selesai melakukan pemesanan, kamu harus teliti, karena bisa jadi nama kamu baru masuk ke dalam waiting list.
Setiap pembelian tiket kereta api di India baik secara offline maupun online akan mendapatkan 10 digit nomor yang disebut PNR (Passanger Name Record). PNR ini yang harus kamu pegang terus dan menunjukkan status penumpang yang bisa dicek statusnya melalui telpon, SMS, atau secara online di website IRCTC.
Sekarang, mari masuk ke step by step pemesanan tiket online kereta api ya. Sebelumnya, kita harus daftar dulu di IRCTC. Untuk pendaftaran IRCTC oleh foreigner akan dikenakan biaya sebesar Rs. 100, atau sekitar 20 ribu Rupiah saja. Kenapa harus bayar? Karena pendaftaran user IRCTC wajib menggunakan nomor telpon yang dipakai untuk verifikasi dengan kode OTP. Nah, kalau nomor telponnya ini bukan nomor India akan dikenakan biaya tersebut. Bisa aja kok gratis, tapi perlu email emailan dulu sama customer service IRCTC dan merayu rayu yang katanya balasannya tidak tentu, bisa cepet, bisa juga sampai satu hari. Karena pemesanan saya terlalu mepet dan takut kehabisan tiket, kami rela bayar aja. Buat kamu yang cari gratisan, bisa mampir ke blog Mbak Rara. Oke, begini caranya yang berbayar:
  1. Masuk ke website irctc.

  2. Di sebelah kiri ada kolom untuk log in, ada tulisan Sign Up kecil warna biru di sebelah User ID, klik aja. Nanti masuk ke form pengisian kayak biasanya. Untuk data data dengan asterisk merah wajib diisi. Pas di bagian “ISD-Mobile”, kalau kamu mau pakai cara saya dengan bayar Rs. 100, masukkan aja nomer HP kamu. Nanti nomer ini yang dipakai untuk verifikasi user. Karena verifikasi user IRCTC dilakukan dua kali, melalui email dan melalui SMS.

  3. Kalau sudah, submit Registration Form, muncul Terms and Conditions, accept-kan saja lalu akan muncul pemberitahuan kalau registration kamu sudah berhasil. Ada pemberitahuan kalau konfirmasi email sudah dikirimkan ke email kamu, lalu ada notif pakai font warna merah yang ngingetin kalo nomor yang didaftarkan selain menggunakan nomor India, akan dikenakan biasa Rs. 100 pada saat pertama kali verifikasi OTP.

  4. Coba cek email. Lalu lakukan konfirmasi melalui email. Setelah kamu klik akan ada pemberitahuan kalau mobile verifikasi belum dilakukan. Masuk lah ke website IRCTC lagi (tempat kamu daftar pertama kali). Di bagian log in, masukkan username dan password, lalu klik checkbox Request OTP, lalu klik Log in. Habis itu kamu akan masuk ke halaman pembayaran. Bayar aja, ikhlas kan?

  5. Setelah pembayaran sukses, ada notifikasinya. Lalu akan ada pemberitahuan kalau kode OTP sudah dikirim ke nomor HP yang kita daftarkan tadi. Seharusnya akan datang SMS, lucunya dikirim dari nomor HP Indonesia. SMS berisi OTP yang harus kita masukkan ke website. Setelah OTP cocok, kita akan masuk ke website pemberitahuan kalau mobile sudah berhasil diverifikasi.
Setelah pendaftaran di IRCTC sukses, kamu baru bisa melakukan pemesanan kereta api India secara online. Pemesanannya bisa langsung dilakukan di website IRCTC atau menggunakan platform lain. Karena IRCTC tampilannya nggak user friendly, saya saranin pake platform seperti Cleartrip, Makemytrip, atau Yatra. Saya sendiri menggunakan Cleartrip Mobile yang saya download dari AppStore. Kalo sudah punya user IRCTC, pemesanan di Cleartrip simpel sih. Kamu pasti bisa!
“Masih bingung tentang cara daftar IRCTC? Nggak berhasil pake cara gratisan? Kontak saya aja kalo gitu, nanti saya pinjami user Cleartrip saya.”

Chart Preparation Kereta Api India

Apalagi nih Bar? Jadi gini. Untuk menentukan siapa saja penumpang yang boleh naik ke kereta api, Indian Railways akan menerbitkan Chart Preparation yang berisi daftar penumpang yang berhak untuk boarding di dalam kereta api. Chart ini diterbitkan beberapa jam sebelum kereta api berangkat. Sekitar 2-6 jam, tergantung jenis dan waktu keberangkatan kereta api.
Kalau nama kamu masuk ke dalam Chart ini, berarti kamu boleh ikut naik kereta api, tut tut tut~ Tapi kalau nama kamu tidak ada (waiting listed dan tidak naik status), artinya kamu tidak boleh ikut boarding, dan tiket kamu akan otomatis tercancel dan biaya akan direfund.

Status Penumpang Kereta Api India

Biarpun proses pemesanan termasuk pembayaran sudah kamu lakukan, tapi kalau nama kamu masuk ke dalam waiting list, berarti belum tentu kamu boleh ikut naik. Tunggu dulu, tidak sembarang waiting list. Sebelum masuk ke daftar yang beneran waiting list, (calon) penumpang yang kehabisan kursi bakalan masuk status RAC (Reservation Against Cancellation). Penumpang dengan status RAC sudah boleh untuk boarding ke kereta api, hanya saja seat yang didapat bisa dibarengin dengan penumpang lain. Biasanya khusus untuk kursi (berth) yang panjang ya, yang kalo sendirian sebenernya bisa dipake untuk tiduran. Nah, kalo statusnya WL (waiting list), kamu belum boleh boarding ke kereta api, dan kalau sampai Final Passanger Chart keluar status kamu masih waiting list, tiket bakal auto cancel dan direfund.
Jadi, penumpang dengan stasus WL bisa naik status jadi RAC atau Confirmed kalo ada penumpang dengan status Confirmed atau RAC yang membatalkan tiketnya.
Ini rincian Status Penumpang Kereta Api India setelah melakukan reservasi tiket:
  1. Confirmed (CNF): Kalau Status tiket kamu Confirmed, selamat! Tinggal cek nomor seat kamu, hari H cari gerbong, dan nikmati perjalanan bersama Indian Railways~ Kalau belum dapat nomor seatnya? Pas mepet mepet keberangkatan, cek aja status PNR. Dari SMS atau dari website IRCTC bisa.
  2. Reservation Against Cancellation (RAC): Dengan status RAC, penumpang sudah boleh naik ke kereta api, tapi dengan seat (berth) dibagi dengan satu penumpang yang lain. Tenang, berthnya panjang kok. Kalo berth untuk penumpang Confirmed aja bisa buat tiduran tuh. Penumpang dengan status RAC bisa dinaikkan statusnya menjadi CNF kalau ada penumpang dengan status CNF yang membatalkan tiketnya. Setelah Chart selesai, penumpang dengan status tiket RAC, berth akan mendapat kode “R”. Misalnya nih, dapet berth RA2, 17. Berarti seat kamu barengan sama penumpang lain di gerbong A2 berth nomor 17.
  3. Waiting List (WL): Status penumpang Waiting List berarti kamu tidak diperkenankan boarding ke kereta api karena tidak tersedia seat untukmu. Kamu bisa saja diperbolehkan naik ke kereta api kalau status kamu dinaikkan menjadi RAC atau CNF. Yang bisa mewujudkan itu semua hanyalah penumpang dengan status CNF dan RAC yang membatalkan tiket mereka. Pas kita beli tiket, sudah ada detail remaining seatnya, jadi bisa diperkirakan kalo semisal kehabisan tiket, masih ada nggak peluang untuk naik status dari WL ke RAC atau CNF. Waiting List sendiri ada beberapa macem (ribet ya):
    1. General Waiting List (GNWL): Dengan status Waiting List General, artinya tempat stasiun kamu naik sama atau dekat lokasinya dengan stasiun awal keberangkatan kereta api yang kamu naiki.
    2. Remote Location Waiting List (RLWL): Waiting List berembel embel Remote Location berarti stasiun yang kamu naiki ada di tengah tengah perjalanan kereta api (Intermediate Station). Dan biasanya stasiun-stasiun ini berada di kota-kota besar yang ramai penumpang.
    3. Pooled Quota Waiting List (PQWL): Waiting List dengan tambahasan Pooled Quota berarti penumpang tersebut bepergian di rute yang pendek dan biasanya dia naik ke kereta api dari stasiun pemberangkatan kereta api.
    4. Remote Location General Waiting List (RLGN): Status RLGN muncul setelah status RLWL. Setelah quota RLWL penuh, baru status penumpang menjadi RLGN.
    5. Roadside Station Waiting List (RSWL): Status ini muncul kalau calon penumpang membeli tiket dari stasiun awal keberangkatan kereta dan dia turun di stasiun yang jauh. Status ini biasanya susah buat naik status ke RAC atau bahkan CNF.
    6. Request Waiting List (RQWL): Waiting List dengan status Request muncul bila pemesan tiket naik dari satu Intermediate Station ke Intermediate Station yang lainnya.
    Artikel tentang status penumpang kereta api India ini berdasarkan referensi dari Trainman. Monggo yang masih bingung bisa mampir, asal jangan makin bingung aja ya.
Untuk pengecekan status PNR dan Chart bisa melalui website IRCTC, melalui SMS dengan mengirimkan nomor PNR lalu kirim ke 139, atau telpon ke 139. Nanti bakalan ada balasan mengenai status PNR termasuk nomor dan nama kereta, tanggal dan jam keberangkatan, kelas kereta api, serta nomor seat kamu.

Jenis-jenis kelas dan kursi (seat/berth) penumpang di Kereta Api India

Pertama kali pesan kereta api di India saya bengong liat jenis jenis kelasnya, juga kursinya! Di kelasnya ada AC First Class, AC Tier 2, AC Tier 3. Ntah apa ini bedanya. Belum lagi pas milih kursi, ada lower, middle, side lower, side upper. Opo iki? Oiya, penjelasan saya habis ini tidak termasuk tentang Royal Train kayak Maharaja Express ya. Saya waktu itu browsing sesuai kebutuhan saya aja sih. Royal Train tidak masuk kebutuhan saya, tapi masuk keinginan saya. Halah.
Penjelasan ini tidak mengacu pada semua kereta api ya. Jadi kalau ada perbedaan antara kelas di kereta api yang satu dengan kereta api yang lain, ya nggak jauh jauh amat lah bedanya. Oke, begini penjelasannya:
Pembagian kelas:
  1. AC First Class (1A/1AC): Ini adalah kelas paling mahal. Fasilitasnya tentu AC dan berada di dalam cabin/coupe, ada pintu-pintunya gitu gaes, jadi lebih private dan lebih aman. Satu cabin ini berisi 4 berth (ada juga yang 3), sedangkan satu coupe berisi 2 berth. Dengan satu berth panjang bisa untuk tiduran
  2. AC 2 Tier (2A/2AC): Ini kelas yang saya dan Ikhsanul pake kemaren. Gerbong berAC dengan pilihan kursi Upper Berth (UB), Lower Berth (LB), Side Upper Berth (SU), dan Side Lower Berth (SL). Penjelasan jenis-jenis kursinya bisa dibaca setelah pembagian kelas ini ya. Nah, untuk pilihan Side Upper dan Side Lower ada tirai penutupnya gitu, jadi kalo mau duduk ngangkang apa tidur dengan kaki di atas mah bebas, nggak ada yang ngelietin.
  3. AC 3 Tier (3A/3AC): Kelas in mirip dengan AC 2 Tier tapi lebih murah. Kenapa lebih murah, karena jumlah penumpangnya lebih banyak. Selain UB LB SU dan SL, ditambah lagi Middle Berth (MB). Jadi sampai tiga tingkat!
    AC Tier untuk posisi UB dan LB atau MB (AC Tier 2), terletak di satu cabin/kotak tanpa pintu berhadap-hadapan. Jadi kalau AC Tier 2 satu cabin ini terdiri dari 4 berth karena tanpa MB, sedangkan AC Tier 3 terdiri dari 6 berth karena ada MB. Jadi AC Tier 3 lebih banyak jumlah penumpangnya.
  4. First Class (FC): First Class in mirip AC First Class cuma beda di fasilitasnya yaitu tanpa AC. Dengan cabin/coupe.
  5. AC Chair Car (CC): Untuk kelas ini dari namanya juga udah ketahuan, berbentuk kursi kursi berjejer dan berAC. Ada yang 2:3 dengan lorong di tengahnya, ada juga yang 2:2 (Executive). Dengan pilihan kursinya adalah Window Seat, Middle Seat, atau Aisle Seat;
  6. Sleeper Train (SL): Kelas sleeper train ini dibilang sebagai kelas non AC paling favorit. Yah, favoritnya di India sih. Jadi yaaa.. biarkan Mbak Monica yang bercerita di The Travel Hack.
  7. Second Sitting (2S): Kelas paling murah untuk perjalanan jarak dekat dan katanya bisa naik tanpa reserved ticket. Want to try?
  8. Garib Rath, atau nama lainnya: Poor People’s Chariot atau kelas berAC di kereta api di India untuk perjalanan jauh dengan harga tiket yang sangat murah, karena dari namanya saja berarti gerbong untuk orang-orang miskin.
Pembagian Kursi (Seat/Berth):
  1. Coupe: Coupe adalah pilihan kursi khusus untuk kelas 1A yang berupa ruangan dengan pintu sebagai pembatas dengan jalan berupa koridor (passage). Jadi passage berada di ujung yang disamping-sampingnya berjejer ruangan-ruangan kelas coupe/cabin. Satu coupe untuk diisi dua orang dengan pilihan berth Upper Berth atau Lower Berth.
  2. Cabin: Cabin juga merupakan pilihan kursi khusus untuk kelas 1A. Bedanya dengan Coupe, Cabin bisa berisi 4 berth (kadang ada juga yang 3 berth), jadi pilihan kursinya ada dua upper berth dan dua lower berth. Biasanya satu gerbong kelas 1A berisi campuran antara Coupe dan Cabin.
    Untuk lebih jelasnya antara Cabin or Coupe, coba liat di gambar ini.
  3. Upper Berth (UB): Upper Berth adalah pilihan kursi yang ukuran satu berth bisa untuk tiduran manusia dewasa. Posisinya ada di paling atas. Tau kan tempat tidur tingkat? Nah, UB ini posisinya yang di atas, untuk naik ya maaf kata, harus manjat manjat. Beberapa kereta api memfasiliasi dengan tangga mini, dan beberapa lagi nggak ada tangganya.
  4. Lower Berth (LB): Kalau Lower Berth posisinya ada di bawa UB. Jadi biasanya kalau orang-orang yang memang bepergian bareng, mereka duduk duduk di LB ini. Nanti kalau mau tidur, baru deh satu penumpang naik ke UB.
  5. Middle Berth (MB): Nah, kalo Middle Berth posisinya ada ditengah tengah antara UB dan LB. Untuk beberapa kelas MB ini posisinya terlalu rapat dengan LB, jadi orang kalau mau duduk di LB aja susah karena kepentok berth si MB ini. Jadi untuk kereta kereta yang MBnya terlalu mepet dengan LB, pas siang hari MB dilipat sejajar dengan dinding. Kalau malam, baru berth diturunkan.
  6. Side Upper Berth (SU): Side Upper Berth posisinya sama ada di atas, kayak Upper Berth. Bedanya, SU ini posisinya ada sejajar dengan lorong/passage, jadi kalau UB LB dan MB ini posisinya ada di satu kotak/cabin, ada dua baris hadap-hadapan. Jadi antara SU dan UB LB MB, dibatasi dengan passage.
  7. Low Upper Berth (LU): Low Upper Berth ini ada di bawah SU.
    Untuk SU dan LU biasanya dilengkapi dengan tirai, jadi lebih privacy dari pada UB LB atau MB.
  8. Side Middle Berth (SM): Posisi Side Middle Berth ada di antara SU dan LU. Tapi cuma ada di gerbong-gerbong kelas low end seperti Garib Rath atau beberapa Sleeper Train.
  9. Window Seat: Window Seat ini ada di kelas-kelas untuk kereta api jarak pendek, berbentuk kursi dan memiliki sandaran bahu. Posisi Window Seat ada di sebelah jendela.
  10. Aisle Seat: Aisle Seat satu paket dengan Window Seat, untuk kereta api jarak dekat yang posisinya ada di sebelah lorong jalan/passage.
  11. Middle Seat: Untuk Middle Seat posisinya ada di tengah-tengah antara Window Seat dan Aisle Seat.
Setelah kamu pesan tiket dan dapet status Confirmed, belum tentu di tiket kamu langsung tercetak nomor Berth/Seat. Karena beberapa berth/seat apalagi untuk Cabin dan Coupe, baru muncul nomor berth/seat setelah Chart selesai. Jadi untuk yang pergi bersamaan (satu pemesanan tiket), bisa diatur oleh IR untuk mendapat satu Coupe/Cabin. Tapi kalau jumlahnya nggak sesuai, pasti ada yang dikorbanin buat jadi satu atau berdekatan dengan stranger(s). Tapi, kereta api di India cukup fleksibel masalah tuker-tukeran tempat duduk. Jadi kalau kamu dapet berth/seat yang jauh sama temen-temen kamu, minta aja sama orang di sekitar untuk tukeran tempat. Kalau mereka setuju, ketika ada pengecekan penumpang, tinggal bilang aja kalau kalian tukeran tempat. Selama namanya sesuai dan nggak ada masalah, diperolehkan.
Udah tau kan sekarang mau pilih kelas yang mana? Kursi yang mana? Nih, kalau mau lihat layout UB, LB, MB, SU, LU, dan SM, bisa download file pdfnya di sini. (Source: Indian Railways dan eRail.in)
Perlu cetak tiket? Perlu check in sebelum naik kereta api? Cetak Boarding Pass?
Tidak. Untuk naik ke kereta api di India, yang pertama kali kamu lakukan adalah cari kereta kamu ada di platform mana. Ada monitor yang menampilkan kereta api dengan nomornya berada di platform berapa. Tapi, tetap harus kamu cek terus ya. Karena kadang ada pengalihan platform. Setelah kereta api kamu ketemu, cari gerbong kamu lalu cari berth/seat kamu. Habis itu udah, duduk manis aja. Kalo kamu pesan Sleeper Train atau Second Sitting yang seat kamu ternyata ada yang ngedudukin, usir aja, tegur. Kemungkinan dia nanti bakal kasih tempat duduknya sama kamu. Kalo malah nyolot, cari petugas buat bantu ngusir penumpang tadi.
Nah, nanti beberapa saat setelah kereta api jalan. Akan ada petugas yang datang dan nanyain nama kamu untuk mencocokkan dengan daftar penumpang. Pengalaman saya, tidak diminta menunjukkan ID. Cuma ditanya nama, dia cocokkin, sesuai, dah beres. Mungkin ID ditanya kalau ada dua penumpang yang ngeclaim satu berth/seat yang sama kali ya.
Tips:
– Kalau pergi sendiri apalagi yang perempuan, sebaiknya cari tempat yang lebih ramai. Jangan pilih Cabin/Coupe karena kalau kamu beli tiket sendiri, kamu akan dapet satu cabin/coupe dengan stranger(s). Pilih 2A atau 3A yang lebih ngirit boleh juga tuh.
– Amanin barang-barang kamu, gembok tas, atau rantai sekalian biar nggak bisa dijambret. Adalah hal biasa penumpang kereta api merantai tas bawaan mereka. Yang paling rawan adalah alas kaki, kalau kamu pilih kursi tipe berth, yang memang berencana buat tidur sepanjang perjalanan, pasti enaknya lepas alas kaki dong ya. Hati-hati, nggak cuma di mesjid aja ada maling sendal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s