Satu Sore di Bukit Merese

Rugi ya kalo sampai di Lombok tapi cuma ikut lari Marathon aja. Siang itu, setelah kami semua finish lari-lari di Lombok Marathon 2017, kami balik ke hotel kami di daerah Senggigi. Dari finish line yang lokasinya ada di kantor Gubernur. Kami naik Uber dan kena sekitar 50 ribuan.
Kami harus check out sebelum jam 12 siang, dan masih sempet buat mandi, packing, sama gegoleran. Capek banget sebenernya, dan kaki masih linu-linu. Karena barang bawaan banyak banget, jadi saya bagi barang-barang saya. Mana aja yang perlu saya bawa sampai lanjut ke trip Sumba seminggu ke depan dan mana aja yang udah nggak kepake. Yang nggak kepake? Tentu saya bungkus tas kresek lalu saya paketin ke rumah. Heheheehehe.. Maafkeun anakmu ini  ya Bapak, ya Ibu. Jauh-jauh sampai Lombok kirim pakaian kotor. Dan ternyata agen JNE di Lombok banyak yang tutup pas hari Minggu. Jadi kami harus  nyamperin JNE pusat di Mataram.
Click here to read all my stories in Sumba
Pesawat kami dari Lombok ke Denpasar adalah hari Senin tanggal 29 Januari 2018, jadi kami masih punya waktu satu hari di Lombok. Dari hotel kami yang sebelumnya di daerah Senggigi, kami berpindah ke hotel lain yang lokasinya lebih deket bandara. Biar pagi pas ngejar pesawat jam 8 pagi bisa lebih nyantai dari pada kalo ambil hotel di Senggigi.
Dari hotel kami di Senggigi kami ditawarin transportasi. 200 ribu sampe ke hotel kami: D’Praya Hotel – yang semalemnya sekitar 280an untuk berdua. Lumayan murah sebenernya, karena kami berenam, dan kalo naik Uber belum tentu dapet mobil yang bisa jadi satu. Selain itu kami mau muter muter dulu, makan siang sekaligus nyari JNE buat ngirim paket rahasia.
Siang itu kami merapat di Ayam Taliwang Alam Nyaman. Hasil rekomendasi dari driver kami ini. Ini pertama kali saya makan Ayam Taliwang, saya pesan ayam goreng. Rasanya gurih, kering, enaak!
Kami sampai di hotel D’Praya sektiar jam 2.30 sore. Driver kami nawarin ngajak mengunjungi beberapa tempat yang deket dengan hotel kami. Dia minta 200 ribu lagi. Karena nggak ada pilihan transport lagi, kami setuju aja.
Tujuan kami adalah Tanjung Aan dan Bukit Merese, yang kami tempuh sekitar 30 menit. Sebelum kami keluar dari mobil, kami dikasih saran sama driver kami. Kalo Bukit Merese sekarang banyak orang jualan, dan kalo kita mau beli, maka kita bakalan dikeroyok sama pedagang lain. Haduh…
Pantai Tanjung Aan dan Bukit Merese berada pada lokasi yang sama. Aksesnya sudah gampang, banyak tempat parkir, dan sudah rame! Apalagi kami mengunjungi tempat itu hari Minggu. Warga asli Lomboknya aja udah rame, belum lagi ditambah turis kayak kami.
Saya kewalahan buat mendaki bukit Merese, bukan treknya yang susah, tapi kaki saya yang masih nyeri banget. (Ah alesanmu aja Bar, bilang aja kau lemah!) Walopun nanjak sedikit sedikit sambil meringis, tapi begitu kami sampai di puncaknya, kami disuguhin pemandangan yang luar biasa hijau dan cakep!
Si gadis penjual gelang
Menatap sendja. *sengaja pake ejaan lama, menyesuaikan usia objek yang difoto
Cakep ya gaes?
View dari Bukit Merese
Pak Prayoga
Pak Prabowo
View dari Bukit Merese
Frengky Tampu
Full Team, abaikan keramaian di belakang

Saat sore begini, banyak juga kerbau digembalakan di daerah ini.

Kalo bisa, mampir ke Bukit Merese saat sore menjelang sunset ya. Karena tempat ini menghadap langsung ke laut dan ada di barat, jadi salah satu tempat yang recommended buat hunting sunset.

Karena udah lumayan sore, kami turun dari Bukit Merese, mampir ke Pantai Tanjung Aan bentar. Nggak sempet main air, lewat sebentar aja karena diajak driver kami ke Pantai Kuta.
Tanjung Aan
Tanjung Aan

Pantai Kuta ini letaknya nggak jauh dari Pantai Tanjung Aan, tapi sudah dipugar habis-habisan, dipaving, banyak pertokoan, suasananya mirip Ancol, bedanya masih bersih dan pantainya masih indah. *Semoga bersih dan indah sampe seterusnya ya
Pantai Kuta Lombok
Dapat bonus foto saya
Ini foto foto dari kamera Adityo (@prabowoadityo), Yang mau mampir ke blog Adityo, bisa mampir ke mari yha: https://prabowoadityo.com/

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

2 thoughts on “Satu Sore di Bukit Merese

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s