Menilik Pembuatan Kain Tenun Khas Sumba di Rambu Chiko

Apalagi sih yang terkenal di Pulau Sumba selain alamnya yang aduhai? Ah iya, kain tenunnya! Beberapa saat sebelum kami sampai di Pulau Sumba, di Instagram Dian Sastro seliweran nih, si Mbak Cinta ini ngepromosiin Kain Tenun Khas Sumba. Saat mampir di Kampung Adat Praijing, kami sudah mulai disuguhkan bagaimana Mama Mama menenun kain Sumba. Nah, … Continue reading Menilik Pembuatan Kain Tenun Khas Sumba di Rambu Chiko

Sabtu dan Minggu di Kotanyo Wong Kito Galo

Cerita saya di Palembang ini sebenernya adalah satu rangkaian dengan tulisan saya tentang pembatalan tiket kereta api dan pembelian tiket pesawat di menit-menit akhir. Cerita dikit biar nyambung ya. Jadi, karena akhir Februari kemaren daerah Jawa Tengah masih sering-seringnya hujan deres, akhirnya beberapa rel kereta api sampe terendam banjir. Akhirnya stasiun Cirebon pun lumpuh. Kereta … Continue reading Sabtu dan Minggu di Kotanyo Wong Kito Galo

Berkunjung ke Kampung Adat Praijing yang Modern

Dari beberapa Kampung Adat yang saya kunjungi selama trip di Pulau Sumba akhir Januari 2018 kemaren, Kampung Adat Praijing inilah yang paling modern. Yang sudah paling bisa menerima dan berbaur dengan turis. Sepertinya, saya ulangi, sepertinya, memang sudah difasilitasi dan disiapkan oleh pemerintah biar jadi semacam desa wisata yang tetap mempertahankan kebudayaan leluhur mereka. Kami … Continue reading Berkunjung ke Kampung Adat Praijing yang Modern

Terbuai dan Lupa Waktu di Pantai Watubela

Meninggalkan Watukaka, sekitar pukul setengah dua belas kami merapatkan kendaraan lagi di sebuah kampung adat yang kecil. Warga di kampung ini jauh lebih ramah dari pada saat kami di daerah Kodi. Kali ini kami akan mengunjungi Pantai Watubela. Tadi sempet search lokasi Pantai Watubela dari google maps, dan nggak ketemu! Hahahaha, jangan tanya juga berapa … Continue reading Terbuai dan Lupa Waktu di Pantai Watubela

Lebih Dekat dengan Sumba di Watukaka

Hari keempat di Pulau Sumba, dan hari ini kami akan meninggalkan Tambolaka. Meninggalkan Sumba Barat Daya dan akan menuju Sumba Timur, tepatnya menuju kota terbesar di Sumba, Waingapu. Setelah kami beres packing dan sarapan, kami mengangkut barang bawaan ke mobil kami masing-masing. Karena cuma diisi bertiga, mobil si Yoga-Frengky-Anes dititipin koper-koper dari geng sebelah. Kalo … Continue reading Lebih Dekat dengan Sumba di Watukaka

Terpesona dengan Cantiknya Pantai Mbawana

Pas kami lagi ada di Tanjung Radar, ada dua pantai yang bisa kami liat, Pantai Watu Maladong dan Pantai Mbawana. Pantai Mbawana ini kayak nama daerah di Jawa. Karena orang Jawa kalo bilang suatu daerah/kota yang berawalan huruf ‘B’, maka akan ditambahin ‘M’ di depannya. Bandung jadi mBandung, Batam jadi mBatam. Jadi ketika denger Pantai … Continue reading Terpesona dengan Cantiknya Pantai Mbawana

Mendung (tak) Berarti Hujan – Pantai Watu Maladong

“Mendung tak berarti hujan.” Kalimat itu yang selalu kami pegang selama ngetrip di Sumba. Musim hujan selalu risky buat janjalan, terutama di Sumba yang ternyata ketika bulan November-Maret memiliki curah hujan yang tinggi. Hampir tiap hari hujan brader. Bahkan menurut id-climate, hujan di Pulau Sumba memiliki intensitas tinggi sepanjang tahun, dan intensitasnya rendah saat bulan … Continue reading Mendung (tak) Berarti Hujan – Pantai Watu Maladong

Menikmati Batu Bolong dari Tanjung Radar

Karena merasa ditipu oleh Helmi pas mau berangkat ke Pantai Mandorak kemaren pagi, kali ini kami bangun rada-rada siang. Yah, walaupun tetep nyampe restauran hotel duluan sih. Sekitar jam 9 kami berangkat. Tujuan pertama pada perjalanan hari ketiga kami adalah Tanjung Radar. Kenapa namanya Tanjung Radar? Karena tempat ini salah satu tempat di selatan Pulau … Continue reading Menikmati Batu Bolong dari Tanjung Radar

Desa Adat di Tepi Pantai Ratenggaro

Tujuan terakhir dari perjalanan hari kedua kami di Sumba, masih di ujung Barat Daya Pulau Sumba: Pantai Ratenggaro. Setelah puas main air di Danau Waikuri, kami melanjutkan ke salah satu pantai di daerah Kodi, Pantai Ratenggaro. Letaknya sekitar 20 kilo dari Waikuri. Saran dari saya, and please set it as your reminder. Daerah Ratenggaro di … Continue reading Desa Adat di Tepi Pantai Ratenggaro

Danau Waikuri yang Mencuri Hati

Tujuan kami setelah Pantai Mandorak adalah Danau Waikuri. Danau Waikuri lokasinya tidak jauh dari Pantai Mandorak. Jadi pastikan dua pantai ini jadi satu trip perjalanan untuk menghemat waktu. Dari tempat kami memarkirkan mobil, kami harus berjalan menuruni beberapa anak tangga. Tenang, nggak terlalu jauh. Selama trip di Sumba ini baru Pantai Mbawana yang buat sampai … Continue reading Danau Waikuri yang Mencuri Hati