MHR: Membelah Langit India dengan Vistara Airlines

MHR – My Honest Reviews
Vistara Airlines adalah maskapai domestik di India milik Tata SIA Airlines Limited. Saya berkesempatan untuk terbang dengan Vistara Airlines pada trip saya ke Ladakh bulan September 2017 kemaren. Sebetulnya kebetulan juga sih saya bisa pilih Vistara. Karena sebagai badjet traveler, dalam memilih maskapai tentu cost adalah hal utama yang harus dipertimbangkan, habis itu baru jadwal dan yang terakhir untuk dipertimbangkan adalah pelayanan. Karena kalo udah membahas tentang pelayanan, tentu banyak dari kita yang bakal setuju dengan istilah, you get what you pay. And that’s true.
Vistara Airlines memiliki kerja sama dengan Singapore Airlines, bahkan bisa saling share miles points. Kalo nggak salah crew dari Vistara Airlines juga dilatih langsung oleh Singapore Airlines. Jadi pas selama di bandara Leh (IXL), banyak banner Vistara yang bersandingan dengan Singapore Airlines.
Nah, kenapa saya memilih Vistara Airlines, karena berdasarkan hasil saya searching tiket pesawat untuk penerbangan dari New Delhi ke Srinagar, juga flight balik dari Leh ke New Delhi, jadwal dan harga Vistara yang paling menarik perhatian kami. Saya dapet tiket seharga 800,687 IDR untuk penerbangan dari New Delhi ke Srinagar, dan tiket baliknya dari Leh ke New Delhi seharga 569,725 Rupiah, harga yang menggiurkan.
Tiket-tiket itu saya cek dari skyscanner. Jadi skyscanner ini website yang membantu kita untuk mencari banyak maskapai secara internasional. Bahkan untuk rute domestik sekalipun. Tapi kita tidak bisa melakukan pembelian dari skyscanner. Skyscanner hanya membantu mencarikan, lalu memberikan rekomendasi ke website lain untuk pembelian tiket. Nah, biasanya website lain ini juga third party, jadi saya sih biasanya langsung ke website maskapainya langsung.
Setelah cocok dengan harga yang ditawarkan Vistara, saya mampir ke websitenya. Pembelian untuk kedua tiket perjalanan berjalan lancar, nggak ada masalah. Seperti biasa, pilih tanggal, jam, rute, ngisi data penumpang, add ons, dan bayar. Pembayarannya sendiri saya pakai Credit Card karena memang pembayaran pakai CC yang paling memungkinkan. Dan tiket pun issued.
Beberapa hari sebelum keberangkatan, kami sepakat untuk melakukan web check in untuk mempermudah proses kami saat akan berangkat menuju Srinagar. Toh juga penerbangan domestik, (biasanya) nggak harus lapor dulu ke counter check in kalo nggak ada bagasi. Websitenya juga lumayan user friendly, jadi selain untuk pembelian tiket, proses “menuju” web check in pun mudah. Kenapa saya bilang menuju? Karena saat di tengah-tengah proses web check in pada umumnya (masukkan booking code, last name, cek ini itu). muncul status di website Vistara,
Online Check in Not Available For This Booking. [W12] Your booking cannot be checked in online. Please check in at the airport.
Mulai lah saya bertanya-tanya, kok gini ya? Saya browsing sana sini dan nemu beberapa orang yang juga menemui masalah serupa. Dari beberapa forum yang saya baca, web check in Vistara tidak berhasil kalau kita melakukan pembelian menggunakan Credit Card (kalo feeling saya sih karena menggunakan Credit Card di luar India. Mungkin kalo Bank penerbit Credit Card dari India lancar-lancar aja kali ya). Jadi pada saat check in di airport counter, Credit Card kita akan dipinjam untuk diverifikasi. Jadi, pastikan Credit Card yang kamu pakai untuk pembelian tiket Vistara Airlines harus dibawa. Kalo Credit Card yang dipake buat beli tiket minjem gimana dong Bar? Apa harus dibawa gitu Credit Cardnya? Jadi, kalo casenya Credit Card kamu minjem, begini caranya: Bawa fotokopian Credit Card bolak balik yang telah ditandatangani oleh pemilik Credit Card. Tulis saja bahwa pemilik Credit Card menyatakan bahwa kartu kreditnya diberikan izin untuk digunakan dalam pembelian tiket pesawat atas nama siapa siapa aja (nama passanger), jadwal dan rute penerbangan. Bagusnya sih semua informasi yang tertera pada tiket yang sudah issued ditulis dan ditandatangani oleh pemilik Credit Card. Untuk keamanan, silahkan bagian 3 digit CCV dicoret/dihitam-hitamkan untuk keamanan. Informasi ini saya dapat dari FAQ Vistara Airlines.
Saat kami sudah landing di New Delhi dan menghabiskan satu malam yang terasa sangat panjang di luar lobby terminal kedatangan (bisa baca-baca cerita ngenesnya kami ngemper di bandara Indira Gandhi di sini ya), kami masuk ke terminal keberangkatan dan menuju counter check in maskapai Vistara yang tersedia dalam jumlah yang banyak. Bahkan kami disambut Mbak Mbak petugas dari Vistara yang cantik (Haduuh, Sweet Lime – Fans Wes Anderson sejati pasti ngerti lah ya dengan istilah Sweet Lime). Dan kami diantar ke counter check in. Setelah kami serahkan passport kami, dia cek visa, cek data di komputer dia, lalu benar saja. Dia minta Credit Card yang digunakan untuk pembelian tiket. Setelah saya kasih Credit Card saya, dia nelpon entah siapa dan ngobrol bentar sebelum ngediktein nomer Credit Card saya, yah.. prosedur validasi gitu sih, makan waktu sekitar 10 menitan. Habis itu baru dia balikin Credit Card saya dan cetak boarding pass. Vistara termasuk fleksibel soal request seat. Kemaren kami minta masing-masing dapet window seat, tapi ternyata tinggal satu seat aja. Dan entah kenapa saya malah ditaro di isle. Jadi antara saya dan Ikhsanul kepisah satu orang nggak kenal.

Pesawat kami dibagi menjadi dua kelas, bisnis dan ekonomi. Untuk space kelas ekonomi tempat duduk lumayan longgar menurut saya, nggak mentok di lutut. Beberapa menit setelah terbang, pramugari mulai membagikan makanan. Kita bakal ditawari dua jenis makanan. Dua-duanya sandwich, pilihannya Veg atau Meat. Lalu datang satu kotak makanan berwarna emas dan ungu khas Vistara dengan hiasan mural di atasnya. Di dalamnya ada sandwich, air mineral 300 ml, dan kue. Lumayan. Fasilitas lain saya rasa standar.

This slideshow requires JavaScript.

Itu pengalaman saya ketika terbang dari Indira Gandi Delhi ke Srinagar. I might give 5 stars for its price and the quality I got. Please note, my flight was from the busiest-biggest international airport in India, Indira Gandi. But what I got from Leh Airport?
Oke, mungkin karena Indira Gandhi adalah bandara internasional yang besar dengan fasilitas yang lengkap, proses validasi pun dilakukan dengan cepat di meja counter check in langsung. Sedangkan ketika saya check in di bandara Kushok Bakula Rimpochee di Leh: setelah ngantre panjang (beneran panjang), ketika kami dilayani di counter check in, teteh teteh yang jaga bilang kalo kami tidak bisa check in. Saya yakin harus pake proses validasi lagi. Memang benar, tapi proses validasinya tidak dilakukan di counter check in. Kami diarahkan untuk menuju loket/kantor Vistara yang jaraknya lumayan jauh. Kami sampe setengah lari-lari karena waktu boarding udah mepet, udah tadi lama di security checking, sekarang proses check in dilempar-lempar. Sampai di kantor Vistara kami nunggu satu orang penumpang lain yang kayaknya juga bermasalah dan diproses lama. Saat giliran kami, kami ditanya-tanyai dulu terutama karena personel kami berkurang satu. Dalam booking code ada tiga passanger, dan karena kawan saya si Adityo cancel trip, maka cuma dua orang yang nongol di bandara, passport dicek. Lalu pas saya ngintip monitor dia, nama kami bertiga warnanya pink, dan berstatus SUSPENDED. Credit Card saya dipinjem, dicek nomornya, lalu dia nelpon untuk memvalidasi Credit Card saya. Udah gitu nggak diangkat-angkat telpon dia. Sampe dia coba telpon beberapa kali sampai akhirnya baru diangkat telpon si Bapak ini.
Selesai divalidasi, Credit Card saya dibalikin, terus dia masih ngotak atik komputernya. Saya udah bolak balik ngelietin jam, karena emang udah beneran mepet dengan jam boarding. Akhirnya passanger atas nama Adityo Prabowo didelete dan status kami berubah jadi ACTIVE. Baru dia kasih kode kalo kami boleh balik ke counter check in. Yang mana, pas kami sampai di counter check in kami harus ngantre (panjang) lagi.
What I don’t understand, dan mohon kalo pendapat saya salah, saya minta dikoreksi: Proses pembelian tiket dengan Credit Card, dalam hal ini saya pakai MasterCard adalah proses pembelian tiket secara online antara tiga belah pihak. Passanger-MasterCard-Vistara. Ketika saya membeli tiket dan diapprove oleh MasterCard, pasti pembayaran sudah dijamin oleh MasterCard dan masalah pembayaran saya adalah urusan saya dengan MasterCard. Kenapa Vistara harus repot-repot bikin proses validasi pembayaran Credit Card yang ribet? Seperti yang saya ceritain di atas, saat validasi juga passanger diwajibkan menyertakan Credit Card yang digunakan untuk pembayaran tiket, kalau pembayaran dilakukan oleh orang lain, passanger tetap diwajibkan untuk membawa fotokopi Credit Card yang udah diberi catatan oleh si pemilik Credit Card. Karena keribetan ini saya nggak jadi kasih bintang lima.
3/5.
Advertisements

7 thoughts on “MHR: Membelah Langit India dengan Vistara Airlines

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s